MEDANHEADLINES.COM – Indonesia masih sangat kekurangan talenta. Atau para ahli di masing-masing bidang yang bisa menciptakan suatu produk bernilai tambah di Era ekonomi digital seperti sekarang ini
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution yang masih melihat masih banyaknya penjualan produk mentah dibanding dengan produk jadi yang memiliki nilai tambah
Dia menceritakan, produk buatan Indonesia pada platform e-commerce memang cukup banyak, namun sayangnya belum dioptimalkan dengan baik.
“Ada sejumlah komoditi atau produk tapi harus di proses sedikit banyak, seperti siapa penghasil kayu manis terbesar, yaitu Indonesia, jangan kita ekspor saja, tapi yang dapat untuk banyak negara lain,” kata Darmin
Menurut Darmin, kayu manis Indonesia akan menghasilkan nilai tambah jika diproses terlebih dahulu untuk dijadikan serbuk. Begitu juga produk lainnya, seperti sarang burung walet dan sebagainya.
“Jadi bukan sekedar mahal, tapi enggak bisa lagi ala kadarnya,” tambah dia.
Oleh karenanya, sistem pendidikan di Indonesia juga harus diubah bukan lagi hanya menghafal, melainkan meningkatkan keahlian.
“Kita enggak punya cukup talent, boro-boro programmer, coding saja belum cukup, kita harus merombak pendidikan kita, bukan lagi menghafal, itu penting tapi lebih penting lagi logic,” pungkasnya.(red)










