MEDANHEADLINES, Medan – Proses Pembangunan jalur rel Kereta api layang yang menghubungkan Stasiun Kereta Api Medan-Mandala dan ke Brayan telah Rampung sekitar 76 persen
Oleh karenanya,jika pembangunan Rel selesai maka akan dilanjutkan dengan pemasangan Girder dan slab track yang diharapkan akan selesai di akhir 2018 sehingga awal semester I 2019 dapat dioperasikan.
“Pembangunan tiang/pilar sudah hampir 100 persen dan saat ini sedang dilakukan pemasangan girder, slab track dan pendukung rel layang kereta api itu,” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretapian, Amanaj Gappa di Medan.
Sejalan dengan pembangunan rel layang itu, Balai Perkeretaapian juga sedang membangun jalur rel ganda kereta api dari Mandala ke Bandara Kualanamu sepanjang 27 kilometer
“Pembangunan rel layang dan rel ganda di Sumut itu dimaksudkan pemerintah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas sekaligus meningkatkan pelayanan jasa transportasi kereta api,”katanya
Gappa menegaskan dengan adanya jalur rel layang itu maka sebanyak 15 bidang perlintasan kereta api selama ini di kawasan tersebut akan “hilang” atau tidak ada lagi.
Dengan “hilang”nya perlintasan sebidang itu, maka lalu lintas di Kota Medan akan lebih lancar karena tidak ada perlintasan sebidang dan perjalanan kereta api juga semakin lancar.
“Dengan adanya jalur rel layang, maka waktu tempuh dari Stasiun Medan-Bandara Kualanamu bisa tinggal 20-25 menit dari 30-35 menit dewasa ini,”katanya.
Gappa menegaskan pembangunan jalur rel layang dengan teknologi tinggi dan termasuk rel ganda menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat.
“Anggaran yang cukup besar untuk Sumut itu harus dihargai pemerintah daerah dan masyarakat dengan mendukung kelancaran pembangunan proyek tersebut,” pungkasnya. (red)












