BPS : Medan Inflasi 0,24 % dibulan Oktober

MEDANHEADLINES.COM, Medan –  Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat Sepanjang bulan oktober 2017,  Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,24%.

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi mengatakan Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,45%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,39%, kelompok sandang 0,72% dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,04%.

“Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02%, kelompok kesehatan sebesar 0,21% dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02%,” kata Suhaimi.

Dikatakannya pada Oktober 2017 kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, antara lain kelompok bahan makanan 0,12%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09%, kelompok sandang 0,04%.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Oktober 2017, antara lain cabai merah 9,97%, bahan bakar rumah tangga 4,87%, emas perhiasan 1,93%, kelapa 6,06%, ketupat/lontong sayur 1,32%, sawi hijau 10,03%, dan kembung/gembung 1,65%.

“Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, kentang, gula pasir, tongkol/ambu-ambu, dan beras,” sebut Suhaimi.

Dijelaskannya, Selain Medan 0,24%, Sibolga juga mengalami inflasi sebesar 0,31%, Pematangsiantar sebesar 0,15% dan Padangsidimpuan sebesar 0,16%. “Dengan demikian, Provinsi Sumut pada Oktober 2017 mengalami inflasi sebesar 0,23%, atau lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya 0,01%,” sebut Suhaimi.

Ditambahkan, dari 23 kota IHK di Pulau Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Batam sebesar 0,72% dan terendah terjadi di Jambi sebesar 0,05%. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Bengkulu sebesar 0,12% dan terendah terjadi di Tanjung Pinang sebesar 0,02%.

Kemudia dari 33 kota IHK di luar Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, sebanyakn tujuh kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,05% dan terendah terjadi di Bima sebesar 0,02%. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31% dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01%.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.