Metode Belajar masih Monoton, Presiden : Jangan hanya belajar di dalam ruangan

MEDANHEADLINES.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dibutuhkan waktu yang cukup lama bagi Indonesia untuk bisa menyamai pendidikan di negara-negara maju jika masih mengunakan metode pendidikan kita  saat ini yang masih monoton dan terjebak pada rutinitas

Melihat hal ini , menurut Presiden salah satu masalahnya adalah geografi kita yang berpulau-pulau,bahkan mencapai  17.000 Pulau menyebabkan tidak mudahnya jangkauan pemerintah pusat ke daerah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.

Untui itu, Presiden sependapat, bahwa salah satu hal yang paling cepat sebetulnya yang dipakai adalah memperbaiki aplikasi, dengan aplikasi sistem.

“Saya kira perubahan akan nampak kalau kita berani menggunakan aplikasi-aplikasi sistem yang memang memudahkan anak-anak untuk belajar, dan saya paling senang kalau anak-anak kita ini tidak belajar di ruangan saja,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden memberi contoh, misalkan anak-anak SD (Sekolah Dasar) kenapa tidak dibawa ke kantor bank biar mengerti mengenai sistem keuangan, kenapa tidak diajak ke misalnya pabrik garmen untuk melihat sebetulnya yang namanya pabrik itu apa. Bisa saja diajak ke museum untuk mengenalkan sejarah secara riil, mengenalkan artefak-artefak lama yang konkret.

“Kita sudah terlalu lama selalu belajar di ruangan. Kalau saya senangnya ya 60:40, 40 di ruangan, 60 nya di luar ruangan,” ujar Presiden Jokowi seraya menambahkan, anak-anak harus dihadapkan pada problem-problem, dihadapkan pada tantangan-tantangan, dihadapkan pada masalah masalah.

“Jangan hanya rutinitas seperti yang telah kita kerjakan bertahun-tahun. Kalau kita berani berubah seperti itu, tantangan-tantangan ini akan secara cepat bisa kita hadapi,” ucap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, anak harus langsung dihadapkan pada tantangan, dihadapkan pada masalah, dihadapkan pada problem-problem yang riil, yang ada sesuai dengan level masing-masing. SD dengan SMP yang berbeda dong, SMP dengan SMA yang berbeda, SMA dengan Universitas juga berbeda-beda.

“Saya kira kalau ini bisa kita kerjakan, apalagi dengan aplikasi sistem yang bisa menjangkau sampai daerah-daerah terpencil, sampai pulau-pulau terluar kita, itu akan lebih cepat perubahan itu,” kata Presiden.(setkab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.