MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan pengerjaan pembetonan di Jalan Mahkamah Medan. Pembetonan jalan ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih berkualitas baik dan bisa tahan lebih lama.
“Selama ini perbaikan jalan di sini dilakukan dengan pengaspalan (hotmix) namun hasilnya tidak tahan lama. Untuk itu kita ambil kebijakan bahwa dilakukan pembetonan jalan untuk hasil yang lebih baik dan tahan lama dengan panjang 250 m dan lebar 8 meter,” ujar Eldin.
pembetonan Jalan Mahkamah ini,Kata Walikota selanjutnya akan diikuti dengan pembenahan drainase dan trotoar jalan. Untuk itu Walikota meminta kepada pengusaha bengkel dan las yang ada di kawasan tersebut untuk dapat kooperatif mendukung program pembangunan Pemko Medan dengan segera memindahkan material pipa dan batang besi miliknya yang ada di atas trotoar dan badan jalan.
Pembenahan Jalan Mahkamah ini lanjut Eldin, selain untuk memperbaiki jalan yang selama ini rusak, juga akan mengembalikan estetika Jalan Mahkamah yang selama ini dipenuhi material besi milik warga dan juga dijadikan TPS Ilegal oleh warga sekitar.
Dirinya berharap warga sekitar mendukung program pembangunan kota dengan memiliki kesadaran untuk sama-sama menjaga fasilitas kota dan juga mejaga estetika kota yang indah dikawasan tersebut dengan tidak menempatkan material besi dan juga membuang sampah dengan sembarangan..
Sebelumnya melalui Camat Medan Kota Edi Mulya Matondang sudah diinstruksikan Walikota untuk berkomunikasi dengan pemilik usaha untuk memindahkan material yang mengganggu proses pembetonan, perbaikan saluran drainase dan trotar jalan.
Sementara itu Kadis PU Khairul Syahnan menambahkan bahwa pihaknya melakukan pembetonan jalan sepanjang 250 m dan lebar 8 dengan terlebih dahulu telah dilakukan penimbunan tanah yang berlobang dijalan tersebut untuk kemudian dilakukan pembetonan oleh timnya.
Selain itu pihaknya juga akan mengaktifkan kembali saluran drainase yang ditemukan terputus selama ini karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam merawat drainase sehingga seringkali menjadi sasaran genangan air ketika diguyur hujan karena drainase yang ada sudah tidak berfungsi lagi. (rls)












