MEDANHEADLINES.COM, Karo – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan (LPPKM UNIMED) melakukan kegiatan pendampingan kepada ibu PKK di Desa Ketaren, Kabupaten Karo pada Rabu (21/6/2023) lalu. Ibu-ibu PKK di sana diajari cara membuat aneka pangan dari olahan kentang.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bekerja sama dengan ibu-ibu PKK di Kelurahan Ketaren ini diketuai oleh Dosen Pendidikan Tata Boga, Dra. Nuwairi Hilda, M.Pd. Dia dibantu dengan dosen lain seperti Prof Dr Dina Ampera, M.Si, Mawaddah Azizah Sari Waruwu, M.Kes. Tim dosen juga dibantu oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik UNIMED.
Pada kesempatannya, Dra. Nuwairi Hilda mengatakan, kegiatan ini merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kenapa memilih Desa Ketaren, lanjut Nuwairi, karena desa ini mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga Pemerintah Kabupaten Karo mengubahnya menjadi tempat perluasan pemukiman dan perkantoran yang dibutuhkan pemerintah. Akan tetapi, desa ini masih mencerminkan sebuah desa yang kental dengan kebudayaan.
“Desa Ketaren ini merupakan pedesaan yang banyak terdapat potensi pemanfaatan kentang sebagai komoditi olahan pangan. Sehingga ketang dapat diolah menjadi pangan lokal yang memiliki cita rasa spesial dan dapat meningkatkan harga jualnya,” kata Nuwairi melalui keterangan tertulis yang diterima medanheadlines.com, Kamis (6/7/2023).

Nuwairi menjelaskan, kentang memiliki sifat yang mudah rusak jika disimpan terlalu lama. Keadaan ini sering membuat harga jual kentang tidak stabil. Oleh sebab itu, tim PKM UNIMED mengambil inisiatif untuk memberikan pendampingan dalam mengolah kentang. Tujuannya supaya meminimalisir kerugian masyarakat.
“Dari pendampingan ini, warga diajari mengolah kentang menjadi pangan lain, seperti membuat mei dari kentang, stik kentang, kue lumpur kentang, keripik kentang, nugget kentang dan olahan lainnya. Ilmu ini sebagai pengetahuan awal ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan buah kentang,” ucap Nuwairi.
Menurut Nuwairi, kentang memiliki harga jual yang tinggi dan merupakan komuditi unggulan di Kabupaten Karo. Sehingga dengan adanya pendampingan olahan kentang ini diharapkan mampu mendukung peningkatan pendapatan rumah tangga bagi ibu-ibu PKK, di Desa Ketaren tersebut.
“Selain itu, produk olahan yang dihasilkan diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas Karo, khususnya Desa Ketaren,” pungkasnya. (Red)












