Banyak yang menganggur, Kemenhub akan batasi sekolah pilot di Indonesia

MEDANHEADLINES.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan pembatasan terhadap sekolah-sekolah pilot swasta yang ada di Indonesia mengingat banyaknya pilot pemula yang hingga saat ini belum juga terserap industry penerbangan.
“Sekolah pilot yang swasta itu ada 21, satu kami tutup karena nggak perform,” tutur Dirjen Udara Kemenhub Agus Santoso
Agus memaparkan saat ini di Indonesia memiliki 20 sekolah pilot, dan Masing-masing sekolah pilot mampu meluluskan 50 pilot per tahun. Jadi, per tahun ada 1.000 lulusan pilot yang dihasilkan sekolah pilot swasta, Sementara lapangan pekerjaan yang tersedia bagi pilot tak sebanyak jumlah lulusannya. Padahal, sekolah pilot butuh biaya yang tak murah.
Oleh karenya itu, Untuk menekan laju lulusan pilot, maka Kemenhub bermaksud membatasi sekolah pilot. Tidak memberikan izin sekolah pilot baru dan mendorong 20 sekolah itu merger alias bergabung sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan bisnisnya masing-masing.
“Atau kami syaratkan bila menerima siswa harus punya kontrak dulu dengan maskapai penerbangan sehingga begitu lulus langsung bisa bekerja. Pilot juga tidak selalu dipakai untuk menerbangkan pesawat, untuk mendesain bandara dan helipad, juga perlu keahlian pilot,” tutur Agus.
Senada dengan itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub Djoko Sasono mengatakan, pihaknya sudah melakukan moratorium atau penghentian sementara program pilot D2 di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, satu-satunya sekolah pilot milik pemerintah di bawah Kemenhub.
“Kami akan evaluasi dan upgrade kurikulum. Pernah kami ingin salurkan menjadi Penerbad (Penerbang Angkatan Darat) tapi ternyata yang dibutuhkan D3,” jelas Djoko.
Selain melakukan upgrade kurikulum, STPI juga akan menyediakan simulator pesawat multiengine.
“Beberapa airlines membutuhkan pilot dengan keahlian multiengine, nah itu yang masih kurang. Kami punya beberapa pesawat multiengine, kami nanti juga dengan sekolah pilot swasta akan menentukan standarisasi sesuai dengan ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Dunia-red) model force sehingga bisa mencetak student yang bagus,” tutur Djoko.
BPSDM Kemenhub juga akan meningkatkan kemampuan para lulusan pilot pemula ini.
“Salah satunya dengan tes kembali pilot-pilot ini, kami ambil top 200-300 orang untuk ditambah keahliannya, baru akan ditawarkan ke airlines,” jelas dia.
Djoko juga meminta dukungan dari Ditjen Perhubungan Udara. Misalnya, Ditjen Udara bisa memberikan syarat untuk menyerap pilot-pilot pemula ini, bila ada maskapai yang menambah rute dan frekuensi.(red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.