MEDANHEADLINES.COM, Medan – Ketua Komunitas Pedagang Buku Lapangan Merdeka Medan, Donald Sitorus menegaskan akan melakukan perlawanan bila Pemko Medan merelokasi lapak berjualan mereka tanpa ada kepastian akan nasib para pedagang ke depannya.
Donald menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan terkait relokasi pedagang buku akibat rencana revitalisasi Lapangan Merdeka.
“Kita sudah sampaikan kepada PKPPR bahwa relokasi itu kan memindahkan secara keseluruhan apa pun yang ada di sini. Mulai bangunan kios, kamar mandi dan kantin, itu kan harusnya ada juga di tempat baru nanti,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Selas (14/6/2021).
“Dan itu tidak bisa sembarangan. Pastilah harus dikeluarkan yang namanya Surat Keputusan Wali Kota Medan tentang relokasi, yakni pemindahan dari Lapangan Merdeka ke lokasi baru,” tambahnya.
Kemudian, adanya surat pakai kios kepada pedagang yang berhak. Sehingga ada alas hukum yang menjelaskan kewajiban dan hak terkait lapak buku nantinya.
Dia mengatakan, di Lapangan Merdeka saat ini ada 140 kios buku, 3 kantin, 1 mushola dan sekitar 188 pedagang buku.
Menurut Donald, pihaknya mendapat kabar bahwa proses relokasi akan dilakukan beberapa waktu sebelum peletakan batu pertama pada 29 Juni 2022.
“Kita sudah bicarakan kepada PKPPR bahwa kita akan pindah bila bangunan vital seperti kios, kamar mandi, beserta alas hukumnya sudah disiapkan,” ujarnya.
“Bila itu belum disiapkan sementara disuruh pindah, ya kami merasa perut kami terganggu. Pasti kami melakukan perlawanan misalnya demonstrasi,” sambungnya.
Donald menambahkan, para pedagang percaya bahwa Pemko Medan pastinya bijak atas proses relokasi tersebut. Oleh karena itu, besar harapannya Pemko Medan benar-benar mengambil langkah yang tepat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kadis PKPPR Endar Sutan Lubis menyampaikan, bulan depan akan dimulai revitalisasi Lapangan Merdeka. Ada beberapa instansi yang akan terdampak dari revitalisasi tersebut. Di antaranya Kantor Satlantas, Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Berikutnya Merdeka Walk dan toko buku.
“Untuk toko buku, sudah ada solusinya. Mereka nantinya akan direlokasikan ke lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Jalan HM Yamin. Para pedagang juga sudah menyetujui untuk direlokasi ke tempat itu,” katanya. (red)












