Medan  

Warga Gang Famili Desak Polsek Helvetia Segera Tangkap Pelaku Penyerangan Kampungnya

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Masyarakat Jalan Gatot Subroto KM. 4,5 Gang Famili, Kelurahan Sei Sikambing Sei II, Kecamatan Medan Helvetia mendesak pihak Kepolisian Sektor Medan Helvetia untuk segera menangkap para pelaku penyerangan kampung mereka pada Minggu (29/5/2022) subuh. Sebab, warga yang bermukim di Gang Famili ini sudah sangat takut dan resah dengan keberutalan para pelaku.

“Saya meminta kepada Kapolsek Medan Helvetia, selaku pimpinan kepolisian di daerah ini untuk cepat menindak para pelaku. Sebab, warga menjadi resah kalau ini terus dibiarkan. Soalnya para pelaku masih tetap berjalan-jalan di sini. Kami takut, siapa lagi yang mau disasar mereka. Kemudian kita gak tau apa masalah dan motif mereka melakukan penyerangan,” kata tokoh masyarakat di Gang Famili bernama Alamsyah ketika diwawancarai wartawan di kediamannya, Selasa (31/5/2022) siang.

“Gara-gara keberutalan mereka anak tetangga dan kawan cucu saya menjadi korban. Mereka mengalami luka memar di bagian kepala dan tangan akibat dipukuli para pelaku. Korban sudah membuat laporan pengaduan dan menjalani visum, tinggal menunggu proses selanjutnya,” tambahnya.

Pra berumur 71 tahun itu menjelaskan kronologis kejadian, sehabis Sholat Subuh ia keluar dari rumah dan melihat cucu bersama puluhan temannya berkumpul di warung yang berada tepat di samping rumahnya. Kemudian Alamsyah mempertanyakan mengapa mereka ramai-ramai berkumpul di tempat itu. Dengan cepat cucunya menjawab bahwa ia dan teman-temannya baru pulang nonton bola bareng di Mega Park.

“Kebetulan adik saya juga keluar. Dia sempat mengingatkan kepada anak-anak itu agar jangan bicara keras-keras kerena takut mengganggu tetangga lain. Setelah dijawab iya, saya dan adik kembali ke dalam rumah,” ujarnya.

Tak lama di dalam, kata Alamsyah, dia mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari depan gang rumahnya. Untuk memastikan apa yang terjadi dia kembali keluar. Di situ dia masih melihat cucu dan teman-temannya masih mengobrol di tempat semula. Karena penasaran dengan apa yang terjadi, mantan Kepling di Gang Famili itu berjalan menuju ke sumber suara tersebut.

“Begitu di depan gang, saya terkejut melihat orang sudah ramai dan hendak mengarah ke dalam gang. Mereka berjalan kaki dari pajak sembari membawa alat seperti kayu, batu dan sejata parang serta kelewang. Jumlah mereka sekitar 30-an orang,” ujar Alamsyah.

Alamsyah mencoba berbicara dengan satu dari puluhan pelaku yang bernama Putra. Dia bertanya apa sebenarnya masalah yang terjadi. Alamsyah bilang, jika ada permasalah dengan anaknya, Deni alias Bejo agar diselesaikan secara baik-baik.

“Ada apa itu put? enggak om, itu si Bejo. Iya ada apa, kalau ada masalah sama dia ngomong sama om. Kenapa kok ramai-ramai sambil bawa parang? Jangan bikin ribut di kampung ini,” kata Alamsyah mengulang percakapannya dengan Putra saat itu.

“Habis itu dia (Putra) bilang serbu. Pada saat itu saya sudah tidak bisa menahan mereka masuk ke dalam gang,” sambungnya.

Masih dikatakan Alamsyah, karena tidak tertahan lagi, akhirnya masuklah empat orang ke dalam gang. Mereka langsung memukul anak anak yang sedang ngumpul tadi. Sementara anak-anak itu berhamburan mencari jalan keluar agar selamat dari serangan para pelaku. Karena gangnya buntu, tidak sedikit dari mereka lari dengan cara memanjat tembok menuju ke gang sebelah.

“Ketika saya masuk, saya dan anak perempuan ada melihat pelaku atas nama Jul lagi menyeret dan menarik kawan cucu saya. Anak itu sudah terlihat oyong. Dia mau dibawa si Jul keluar gang, tapi gak saya kasih. Kemudian si Jul mencoba mengambil telepon genggam anak itu. Anak perempuan saya marah, dia bilang sudah kau pukulin mau kau ambil pula teleponnya,” ucap Alamsyah.

Singkat cerita, sambungnya, setelah si Jul tersebut tidak berhasil membawa kawan cucunya. Para pelaku lalu keluar dari gang dan meninggalkan lokasi. Alamsyah dan warga lainnya sampai saat ini mengaku tidak mengetahui apa masalah sehingga para pelaku berani menyerang kampung mereka.

“Setelah mereka pergi kami lalu menghubungi pihak Polsek Medan Helvetia. Tidak berapa lama petugas Polsek datang dan melakukan cek TKP serta mengamankan alat-alat pelaku yang tertinggal berupa batu batako, kayu dan lainnya,” katanya.

“Paginya kami menemani para korban membuat pengaduan ke Polsek. Laporannya sudah diterima tapi karena hari libur, visum tidak bisa diambil dan petugas bilang tunggu Senin. Sampai hari ini belum ada kabar dari Polsek, namun para pelaku masih berkeliaran di daerah ini. Maksud kami kalau bisa cepatlah mereka (pelaku) ditangkap,” pungkas Alamsyah.

Dihubungi secarah terpisah, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Heri Sihombing ketika dikonfirmasi terkait kejadian aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang ke kampung warga di Jalan Gatot Subroto KM. 4,5 Gang Famili, Kelurahan Sei Sikambing Sei II, Kecamatan Medan Helvetia pada Minggu (29/5/2022), mengaku akan memperoses kasus tersebut lebih lanjut. “Kita proses sesuai ketentuan,” ucapnya singkat melalui pesan tertulis.

Sedangkan Kanit Reskrimnya Iptu Theo ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih memproses kasus tersebut. “Masih proses,” balasnya saat dihubungi melalui pesan singkat.

Akan tetapi, ketika ditanyai apakah sejauh ini sudah ada dari terduga pelaku yang berhasil ditangkap dan apa saja kendala dari pihak kepolisian untuk mengidentifikasi terduga pelaku, sekitar pukul 16.53 WIB. Keduanya kompak tidak membalas pesan singkat yang dilayangkan wartawan sampai berita ini dikirimkan ke redaksi sekitar pukul 18.44 WIB. (FAD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.