Literasi keuangan dan penegakan hukum rendah, Investasi bodong semakin marak

MEDANHEADLINES –  Masih maraknya praktek investasi bodong disinyalir disebabkan beberapa faktor antara lain adalah rendahnya literasi keuangan serta penegakan hukum yang masih lemah.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, tingkat literasi keuangan Indonesia kalah unggul dibandingkan negara lain.

“Berdasarkan Financial Literacy Index Bank Dunia, tingkat literasi keuangan Indonesia hanya 32%,” bebernya.

Dibandingkan negara berkembang lainnya, sebut saja Malaysia, Sri Lanka dan Afrika, tingkat literasi keuangan Indonesia masih lebih rendah. “(Tingkat literasi) negara lain seperti Malaysia 36%, Sri Lanka 35% dan Afrika Selatan 42%,” ungkap Bhima. Adapun penyebab rendahnya literasi keuangan di Indonesia, dijelaskannya lantaran masyarakat pedesaan yang kurang memiliki pemahaman tentang keuangan. Oleh sebabnya, penipuan berkedok investasi kerap terjadi di daerah. “Kasus penipuan investasi bodong marak di daerah,” ungkapnya.

Kerugian yang diakibatkan investasi bodong sudah menyentuh angka ratusan triliun rupiah. Tercatat sejak 1975 hingga 2016, ada sekira 2.772 laporan soal investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp126,5 triliun.”Ini kerugiannya kan sampai Rp126,5 triliun sampai 2016,” kata Bhima. Sangat disayangkan, uang sebanyak itu harus mengalir ke dalam lembah hitam investasi menyesatkan.

Padahal, bila pemerintah dapat melakukan langkah pencegahan, dan masyarakat mau lebih menyadari pentingnya literasi keuangan, uang tersebut dapat disalurkan ke produk investasi lain yang dapat memberikan manfaat baik bagi masyarakat itu maupun negara. “Uang sebanyak itu harusnya kalau masuk ke lembaga keuangan formal bisa dijadikan kredit bagi sektor riil dan menambah likuiditas,” jelasnya. Oleh karenanya, Bhima berharap ke depannya baik dari sisi pemerintah maupun masyarakat mampu bertindak secara lebih baik dan hati-hati agar tak ada lagi yang termakan iming-iming investasi bodong. Sehingga dana tersebut dapat disalurkan ke tempat yang tepat. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.