Medan  

Surya Paloh: Insya Allah NasDem Jadi Partai Kelas Atas di 2024

Ketua Umum Partai NasDem, H. Surya Paloh saat menyampaikan pidato di acara orientasi Caleg se-Sumut di Gedung MICC, Jalan Gagak Hitam, Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (8/8/2023). (Foto: Eko)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem, H. Surya Paloh didampingi Ketua Bappilu DPP NasDem, Prananda Surya Paloh (PSP) membuka acara orientasi Caleg se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Gedung MICC Jalan Gagak Hitam, Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (8/8/2023).

Ribuan Caleg dari tingkat DPR-RI, provinsi dan kabupaten atau kota mengikuti kegiatan orientasi yang diisi oleh pengurus DPP Partai NasDem tersebut. Selain itu, Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST beserta pengurus inti dan pengurus DPD kabupaten atau kota juga turut hadir.

Dalam pidatonya, Surya Paloh menyampaikan, kehadirannya di Provinsi Sumut merupakan kunjungan kerja sekaligus membuka acara orientasi Caleg se-Sumut. Sebelumnya, dia melakukan kunjungan ke Provinsi Sumatera Barat, Aceh, Kepulauan Riau dan Sulawesi Tenggara.

“Dalam minggu ini ada lima provinsi yang saya kunjungi. Dan semua daerah memberikan arti, dinamika, pandangan dan keyakinan tersendiri pada diri saya,” ucapnya di hadapan ribuan kader.

Surya Paloh mengatakan bahwa saat ini Partai NasDem mendapat dukungan dari banyak pihak. Bahkan alam pun semakin berpihak kepada NasDem, dengan adanya tanda-tanda penguatan semangat dan energi yang semakin positif.

“Kita semakin merasakan energi dan semangat positif ini dalam kesiapan untuk menyongsong Pemilu pada 14 Februari 2024,” katanya.

“Insya Allah, ada suasana dan kabar baru kepada bangsa ini. Akan lahir suatu peningkatan sebagai the new emerging power, kekuatan baru di negeri ini yang dimotori oleh partai NasDem,” tambahnya.

Surya Paloh menegaskan, seluruh kader jangan memperjuangkan sesuatu yang hanya bersifat untuk kepentingan pragmatis. Tapi jauh lebih besar dari pada itu agar membuat fondasi yang lebih kuat bagi masa depan bangsa dan negara.

“Tentu ini bukan pekerjaan yang ringan. Kita akan dihadapkan dengan berbagai rintangan dan cobaan. Sehingga dibutuhkan ketangguhan, keyakinan dan konsistensi diri kita. Kita adalah kita. Dan kita adalah NasDem,” kata Surya Paloh disambut riuh tepuk tangan.

Menurutnya, sejak awal berdiri, NasDem telah menawarkan komitmen untuk membawa tema besar, yaitu gerakan perubahan atau restorasi Indonesia. Dan komitmen itu tidak hanya dalam retorika di bibir semata. “Tapi, terus berupaya sepenuhnya untuk mengimplementasikan dan mengoperasionalkannya dalam sikap dan pandangan hidup kita,” ucapnya.

NasDem dihujat usai deklarasikan Anies Baswedan

Sejak 2014, NasDem dikenal sebagai partai pendukung utama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Begitu juga di 2019, dan saat ini masih punya komitmen memberikan dukungan untuk suksesnya tahapan penyelesaian pemerintahan Jokowi. Akan tetapi, NasDem dihujat ketika mendeklarasikan Capres Anies Baswedan sejak 3 Oktober 2022 lalu.

NasDem dihadapkan dengan suasana baru. Suasana yang mempertanyakan apakah NasDem masih dalam barisan partai pemerintahan atau tidak. Apakah sudah meninggalkan pemerintahan atau tidak.

“Kita harus menegaskan kembali kesalahpahaman dan salah pengertian ini. Maksud NasDem adalah bagaimana proses perjalanan sistem demokrasi di negeri ini tetap terjaga seutuhnya? Komitmen nasionalisme kebangsaan kita yang harus mampu diimplementasikan. Bukan hanya berhenti dalam retorika semata-mata,” ucap Surya Paloh tegas.

“Kebebasan untuk menentukan setiap warga negara yang memiliki hak politik untuk dipilih dan memilih, tidak boleh dibatasi oleh alasan apa pun juga,” sambungnya.

Menurut Surya Paloh, konsekuensi inilah yang diambil oleh NasDem atas kesalahpahaman ini. Seakan-akan, ketika NasDem mencalonkan Capres, itu artinya NasDem telah mengeluarkan diri dari pemerintahan yang telah didukung selama ini.

“Enam bulan yang akan datang kita akan menghadapi Pemilu sebagai suatu panggilan demokrasi. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya. Jika kita berharap Capres yang ingin kita perjuangkan menjadi presiden. Insya Allah kalau Tuhan memberikan ridanya, mudah-mudahan dia akan terpilih menjadi presiden,” ucap Surya semangat.

“NasDem selama ini dikenal sebagai partai kelas menengah. Tapi, kita mempunyai harapan dan keyakinan. Kita berkehendak dan menaruh obsesi besar agar partai kita naik kelas di Pemilu mendatang. Insya Allah, kita menjadi partai kelas atas pada Pemilu ketiga yang akan kita ikuti,” katanya.

Sumut basis utama NasDem di Provinsi Sumatera

Surya Paloh menjelaskan, tren peningkatan terus berlanjut sejak Partai NasDem dilahirkan. Pada Pemilu 2014, Anggota DPR-RI NasDem hanya 36 kursi dari perolehan suara nasional yang mendekati 7 persen. Di tahapan kedua naik menjadi 59 kursi dengan perolehan suara nasional lebih dari 9,6 persen dari 12,6 juta suara.

“Bolehlah kita berharap di 14 Februari mendatang, dari 59 kursi, NasDem menjadi 103 kursi. Dari 12,6 juta suara nasional, kita boleh berharap menjadi di atas 18 sampai 20 juta suara,” katanya.

“Memang sebuah kenaikan yang cukup signifikan. Tapi, sebagai pucuk pimpinan partai, saya melihat kesiapan para kader khususnya Sumut, yang memiliki kemampuan, kreativitas, inovasi dan leadership, saya mempunyai konfiden diri yang kuat. Di Provinsi Sumatera, basis utama kita adalah Sumut,” sambungnya.

Misi bersama ini hanya bisa dicapai ketika kemampuan para kader bisa dilakukan secara kolektif. Kemudian saling bahu-membahu, menjaga soliditas, menjaga rasa kesatuan dan kebersamaan di antara kader.

“Tepat sekali apa yang dikatakan bung Iskandar. Kita berkompetisi bukan di antara kita. Kita berkompetisi dengan mereka yang berada di luar. Ini akan membuat kegairahan yang mengalirkan energi positif. Membuatkan motivasi yang membangkitkan militansi diri saudara-saudara sekalian. Bagaikan api yang nan tak kunjung padam. Itulah kader-kader NasDem di Sumut ini,” katanya.

Surya Paloh meyakini bahwa NasDem mempunyai kapasitas untuk ini, karena ini adalah momentum Partai NasDem. Kali ini alam memberikan kesempatan yang hebat, jalan lebih terbuka luas kepada partai ini. Pergerakan NasDem sudah ada di seluruh wilayah nusantara seperti Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Bali, Jawa termasuk Sumatera membuka jalan yang seluas-luasnya.

“Ini yang saya rasakan dari pengalaman perjalanan hidup berpartai politik lebih dari setengah abad. Saya membaca tanda-tanda zaman ini. Inilah yang saya titipkan kepada saudara-saudara. Tanda zaman ini harus kita sambut. Bagaikan menyambut kemenangan yang akan datang kepada diri kita. Tetapi tetap dibutuhkan kewaspadaan diri,” pungkasnya. (FAD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.