MEDANHEADLINES.COM, Medan – Puluhan massa DPC Forum Batak Intelektual (FBI) Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di Polda Sumut, Jalan SM. Raja Medan, Jumat (7/7/2023). Mereka meminta Kapolda Sumut menutup lokasi perjudian di Pasar 7 Desa Manunggal, Labuhan Deli.
Massa juga meminta Kapolda Sumut yang baru untuk menangkap Aseng Kayu dan Aju Brahrang, yang diduga kuat menjadi bandar dan orang yang membuka arena perjudian tersebut.
Dalam orasinya, Fery Sianturi meminta kepada Kapolda Sumut untuk menutup praktik perjudian yang bebas beroperasi di lokasi. Pasalnya, aktivitas tersebut dapat merusak generasi bangsa.
“Oleh karena itu, kami minta Kapolda Sumut untuk segera menutup segala bentuk perjudian di Pasar 7 Desa Manunggal, Labuhan Deli itu. Kemudian, tangkap Aseng Kayu dan Aju Brahrang yang diduga kuat menjadi bandar judi di lokasi itu. Dan meminta agar Kapolda Sumut dan Polres Belawan rutin melakukan patroli di sekitar lokasi guna mengantisipasi di bukanya perjudian itu,” ucapnya.
Masih dikatakan Fery, sebagai sosial kontrol di masyarakat, FBI sangat prihatin dengan dibukanya lokasi judi di Pasar 7, Desa Manunggal, Labuhan Deli itu. Sebab, kegiatan tersebut bisa merusak moral masyarakat, khususnya para generasi muda. Selama ini masyarakat sudah nyaman dengan ditutupnya lokasi perjudian itu. Tapi, entah kenapa kembali beroperasi. Masyarakat jadi bertanya-tanya siapa deking mereka?
“Sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, kami meminta Kapolda Sumut tidak memberi ruang bagi bandar judi yang dapat merusak tatanan kenyamanan di masyarakat,” katanya.
“Mari kita berikan edukasi yang baik kepada generasi bangsa. Bisa kita bayangkan bila Aseng Kayu dan Afu ini tidak ditangkap, tentu perjudian di lokasi itu akan semakin marak. Jika itu terjadi, generasi muda yang menjadi korban. Untuk itu, kami bersama Polda Sumut siap menyelamatkan para generasi muda ini,” pungkasnya.
Setelah menyampaikan orasi, massa diterima perwakilan Polda Sumut, Aiptu Abdullah Sani. “Kami akan menyampaikan permintaan rekan-rekan kepada Bapak Kapolda. Terima kasih,” kata Abdullah didampingi beberapa Perwira lainnya.
Selanjutnya massa membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan datang kembali apabila arena judi di Pasar 7 Labuhan Deli masih bebas beroperasi. (FAD)











