UTBK SMM PTN Barat 2023 di USU Diikuti 1.861 Peserta

Rektor USU, Prof Muryanto Amin.(dok USU)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMM PTN-BARAT) 2023. Ujian yang dimulai dari 3 hingga 5 Juli itu diikuti 1.861 peserta.

Ribuan peserta ini akan memperebutkan kuota 10 persen dari 40 persen daya tampung jalur SMM yang disediakan oleh USU. Sedangkan total daya tampungnya sebanyak 2.137 kursi.

Rektor USU, Prof Dr Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, menjelaskan, seleksi ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang tergabung dalam BKS-PTN Indonesia Wilayah Barat. Dari 25 perguruan tinggi BKS PTN Barat, ada 1.301 peserta menempatkan USU sebagai pilihan pertama dan 1.309 peserta yang menempatkan USU sebagai pilihan kedua.

“USU menyediakan 18 ruangan ujian yang tersebar di 3 lokasi, yaitu gedung Pusat Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan Fakultas Teknik (FT),” kata Muryanto, Selasa (4/7/2023).

Pelaksanaan UTBK tahun ini diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 07.30 WIB. Sedangkan sesi kedua dimulai pukul 13.15 WIB. Sementara, soal UTBK yang diberikan terdiri atas Tes Skolastik, Tes Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris dan Penalaran Matematika. Dan hasil seleksi akan diumumkan pada 18 Juli mendatang.

Muryanto mengatakan, berdasarkan dari peninjauan, pelaksanaan UTBK berjalan dengan baik dan lancar. Panitia ujian terlihat siap untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.

“Saya sudah melihat kondisinya. Alhamdulillah, berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala teknis yang berarti. InshaAllah, kondisi ini dapat dipertahankan hingga 5 Juli nanti. SMM PTN Barat ini ada 25 perguruan tinggi di wilayah barat yang melaksanakannya secara bersama, sehingga pesertanya bisa memilih dari 25 perguruan tinggi ini,” ujar Muryanto.

Terkait perbaikan tata kelola dan sistem penjaminan mutu yang diterapkan dalam seleksi tahun ini, Muryanto menegaskan bahwa Pedoman Operasional Baku (POB) dan sistem aplikasi penilaiannya sudah sesuai dengan yang disarankan oleh Dirjen Kemendikbud dan KPK.

“Tata kelola perbaikannya sudah dikonsultasikan. Sistem penerimaannya juga transparan dan sudah di-upload ke web penerimaan SMM Barat. Kita berharap agar semuanya bisa berjalan dengan lancar, tidak ada halangan, sesuai dengan yang kita inginkan bersama,” pungkas Muryanto.

Sebagai informasi, penilaian atas hasil UTBK SMM PTN-BARAT 2023 dilakukan panitia dengan metode CEEB (College Entrance Examination Board). Metode ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penetapan kelulusan menjadi kewenangan dan tanggung jawab dari masing-masing Rektor PTN Barat, termasuk standar kelulusan dan nilai UTBK yang diperoleh peserta.

Nilai semua peserta pada pilihan yang sama diperingkatkan dari yang paling besar hingga terkecil. Hasil nilai UTBK akan digunakan oleh Rektor PTN peserta SMM PTN-BARAT 2023, untuk menetapkan kelulusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada PTN tersebut. (FAD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.