MEDANHEADLINES.COM – Hitung mundur Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut – Aceh Tahun 2024 segera dilaunching. Nantinya, Ketua Umum KONI, Marciano Norman akan turun langsung membuka ajang olahraga nasional itu Januari ini.
Namun sayang, PON yang digadang-gadang akan menjadi PON terbaik ini belum memiliki stadion utama untuk dilaksanakannya opening ceremony maupun closing ceremony.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam berbagai kesempatan menyebut menyiapkan bernagai alternatif jika venue pertandingan tidak bisa dilaksanakan di satu area. Maka Pemprov Sumut sudah menyiapkan venue terpencar di kabupaten/kota di Sumut.
Pemprov Sumut telah menyiapkan enam kabupaten/kota sebagai alternatif bila di lokasi pertama tidak memungkinkan. Demikian dikatakan Edy Rahmayadi dalam suatu kesempatan bertemu Menpora Zainuddin Amali dan Ketua Umum KONI Marciano Norman beberapa waktu lalu. Pernyataan tersebut dibarengi dengan harapan sukses dan lancar nya PON XXI 2024 ini.
Menyikapi hal itu, Ketua Garda Pemuda Nasdem DPW Provinsi Sumut, Defri Noval Pasaribu menyayangkan belum kelarnya permasalah sport center Sumut.
“Bayangkan, bagaimana akan sukses penyelenggaraan stadion juga gak punya, lahan yang direncanakan di sport center juga masih berupa ilalang?,” demikian dikatakan KetuaDefri Noval Pasaribu, SE belum lama ini.
Menurutnya, Garda Pemuda NasDem Sumut sangat konsern akan suksesnya penyelenggaraan PON XXI Sumut- Aceh 2024 nanti.
Ia merasa miris dengan kesiapan Pemprov Sumut yang belum menuntaskan pembangunan sport center.
“Tidak ada gebrakan dan langkah yang komprehensif dari Pemprov Sumut untuk suskes penyelenggaraan PON ini. Katakanlah venue alternatif sudah siap dan terus dikebut persiapannya, namun venue opening dan closing yang belum ada, apa kabar sukses penyelenggaraan,” ujar Defri Noval mempertanyakan.
Tak cuma itu, Defri, juga mempertanyakan kesiapan Pemprov Sumut terhadap atlet di 34 cabor yang akan dipertandingkan nantinya. Ia melihat ada ketidaksiapan dari Pemprov Sumut untuk itu.
“Sebagai tuan rumah, harusnya Sumut tidak main main dalam hal persiapan dan target masuk jajaran atas peringkat olahraga nasional. Jika persiapan hanya sebatas seperti persiapan keikutsertaan Sumut dalam PON beberapa waktu lalu, maka peringkat 13 besar PON Papua yang bisa digapai oleh Sumut,” tambah Defri
Menurut data yang didapatnya, sebagai tuan rumah, Sumut hanya menganggarkan pembinaan olehraga hanya sebesar Rp50 miliar dalam setahun untuk 34 Cabang Olahraga.
“Ini bagaimana konsep pembinaan prestasi olahraga di Sumut. Dengan dana yang hanya 50 miliar per tahun, bercita cita masuk jajaran elit olahraga nasional, menurut saya ini mimpi di siang bolong. Sulit akan mencapai target,” jelasnya.
Defri dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh elemen, Pemprov Sumut, DPRD, pelaku usaha dan elemen masyarakat yang peduli pada prestasi olahraga untuk serius melihat hal ini.
“Ayo, mari sama sama kita benahi. Kita dorong Pemprov Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi untuk mulai maksimal mempersiapkan diri. Baik persiapan sarana dan prasarana maupun persiapan menaikkan prestasi olahraga Sumut. Sumut bisa jika semua pihak bersatu padu dan mau berkontribusi,” terang Defri mengakhiri. (div)












