MEDANHEADLINES.COM, Serdang Bedagai – Bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Pemerintah Serdang Bedagai serius dalam capaian target sebagai lumbung beras nomor satu di Sumatera Utara.
Melalui kick off klaster padi kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Harapan Desa Pematang Pelintahan Kecamatan Sei Rampah, Kamis (9/6/2022). Kick off ini juga menandakan penerapan digital farming untuk Gapoktan Harapan.
Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya mengungkapkan mempertahankan luas sawah dan mengoptimlisasikan lahan yang ada menjadi tantangan utama untuk bisa menjadikan Sergai sebagai lumbung padi. Dengan adanya penerapan teknologi diharapkan dapat memaksimalkan hasil panen padi.
Menurut angka sementara tahun 2021 produksi gabah Kabupaten Serdang Bedagai sebesar 371.411 ton atau setara dengan beras 236.514 ton. sergai juga mengalami swasembada/surplus beras sebanyaj 156.514 ton.
“Ini merupakan salah satu inovasi di bidang pertanian yang dapat diaplikasikan oleh para kelompok tani. Dengan digital farming, sensor tanah dan cuaca akan memperkuat basis data dan informasi yang dimiliki oleh kelompok tani sehingga mampu membantu dalam penentuan perlakuan yang tepat untuk lahan yang ada serta mendeteksi, mengukur, serta mencatat data secara akurat tentang kondisi cuaca dan tanah pertanian yang dapat dikontrol melalui aplikasi secara real time,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Darma mengucapkan terimakasih kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya, Gapoktan Harapan akan diberi pendampingan selama 5 tahun.
“Semoga program klaster padi ini berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai yang kita harapkan yakni mewujudkan petani yanh mandiri dan sejahtera,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Doddy Zulferdy mengatakan bahwa pengendalian pangan terutama padi menjadi salah satu tanggungjawabnya dalam menekan laju inflasi. Pengembangan teknologi kepada para petani menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan.
“Kami berharap dukungan digital farming dan pelatihan yang difasilitasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas usaha pertanian yang dilakukan, sekaligus menjadi percontohan penerapan inovasi dan teknologi di bidang pertanian,” katanya.
Dalam 5 tahun pendampingan, Doddy menjelaskan ada tiga tahapan yang akan dilakukan. Tahapan pertama yakni Pembangunan Program, Pengembangan, serta Pengelolaan. Dimana tujuan akhirnya dapat menjadikan petani mandiri dan sejahtera.
“Tahap pertama tahun 2022-2023 adalah tahap pembangunan program yang berfokus pada budidaya pertanian. Pada tahap ini Gapoktan dapat mendorong petani pada kelompoknya melaksanakan budidaya padi juga mengimplemtasikan digital farming sesuai dengan aturan. Tahun 2024-2025 tahap pengembangan dimana tanaman padi akan kita integrasikan dengan ternak. Kami harapkan petani dapat memanfaatkan produk sampingan baik itu dari sisa tanaman untuk pakan ternak. Sebaliknya, ternak akan memberikan kontribusi lewat kotorannya sebagai pupuk organik. Sehingga ketergantungan kita pada pupuk non organi dan subsidi dapat berkurang,” jelasnya.
Sementara di tahap akhir, yakni periode tahun 2026-2027, Gapoktan akan diperkuat dengan pembentukan keuangan mikro atau koperasi. Tahapan ini, kata Doddy, diharapkan dapat menjadikan petani mandiri dengan mampu mengelola keuangan melalui hasil pemasaran produknya.
“Tahap terakhir ini, sudah bisa kita hilirisasi produk-produk pertanian dan peternakan sehingga punya nilai lebih tambah yang mensejahterakan para petani yang ada di Gapoktan dan mampu membangun kemitraan dengan industri yang lebih besar,” tambahnya.
Selain Desa Pematang Pelintahan, pihaknya juga telah melakukan pilot project digital farming pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sri Karya di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu pada tahun 2020 silam. Sehingga ke depan, keduanya bisa maju dan membawa dampak baik pada gapoktan-gapoktan lain.
Jumain selaku Ketua Gapoktan Harapan mengaku sangat berterimakasih atas pemberian program. Pihaknya juga menyatakan siap berkolaborasi mewujudkan petani yang mandiri.












