MEDANHEADLINES.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara kembali menghimbau masyarakat pada kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) untuk tetap berbelanja secara bijak guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang semakin dekat.
Pada kegiatan tersebut, Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Doddy Zulverdi juga menyampaikan informasi terkait perkembangan ekonomi terkini, serta perkembangan pemenuhan kebutuhan uang kartal selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Pemulihan ekonomi global diprakirakan tetap berlanjut meski lebih rendah menjadi 3,5% dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 4,4%. Kondisi tersebut didorong oleh masih berlanjutnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang berdampak pada pelemahan transaksi perdagangan, kenaikan harga komoditas, dan ketidakpastian pasar keuangan global. Volume perdagangan dunia juga diprakirakan lebih rendah, sementara harga komoditas global terus mengalami peningkatan sehingga turut memberikan tekanan pada inflasi global.
” Di tengah perlemahan ekonomi global, Bank Indonesia memperkirakan pemulihan ekonomi nasional tetap berlangsung pada Tahun 2022 meski sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan akan berada pada angka 4,5-5,3% lebih rendah dari proyeksi awal sebesar 4,7-5,5% dipengaruhi oleh volume ekspor yang tertahan seiring dengan lebih rendahnya ekonomi dan volume perdagangan global. Namun demikian, sejumlah indikator ekonomi domestik seperti mobilitas masyarakat, dan penjualan eceran masih mengindikasikan pemulihan. Di sisi lain, tingkat inflasi tetap terkendali di tengah permintaan domestik yang mulai meningkat,” Jelasnya
Sejalan dengan ekonomi nasional, pemulihan ekonomi Sumatera Utara juga terus berlangsung pada tahun 2022 meskipun masih berjalan secara gradual. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada tahun 2022 juga masih diperkirakan lebih tinggi dari tahun sebelumnya dengan kisaran 3,7-4,5% didorong oleh terus meluasnya vaksinasi yang dapat mendorong mobilitas dan konsumsi masyarakat, serta tetap tingginya harga komoditas utama yang dapat menjaga kinerja ekspor Sumatera Utara. Namun tetap perlu diwaspadai sejumlah faktor yang dapat menahan pertumbuhan, seperti merebaknya varian baru COVID-19 dan masih berlanjutnya konflik geopolitik internasional yang dapat mendorong investor untuk berperilaku wait and see.
Peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, berpotensi mendorong kenaikan harga. Pada Maret 2022, inflasi mencapai sebesar 0,71% (mtm) atau 3,26% (yoy) yang didorong kenaikan harga tanaman hortikultura seperti cabai merah.
Berdasarkan pengamatan hingga menjelang Idul Fitri, harga beberapa komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir cenderung mengalami peningkatan. Sementara itu, harga komoditas daging sapi, cabai merah, serta cabai rawit terpantau menunjukkan tren penurunan, dan untuk harga komoditas pangan lainnya relatif stabil. S
” ebagai antisipasi kenaikan harga pada masa HBKN serta untuk memastikan ketersediaan barang di pasar, TPID Sumatara Utara dan TPID Kab/Kota bersama Satgas Pangan dan Bulog telah melaksanakan monitoring harga dan sidak pasar selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Bank Indonesia juga menghimbau agar masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan agar kestabilan harga tetap terjaga,” Pungkasnya
Inflasi Sumatera Utara pada bulan April 2022 diperkirakan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya pada komponen volatile food (komoditas hortikultura dan perikanan) seiring dengan melimpahnya pasokan (musim panen) yang juga didukung dengan cuaca yang baik. Secara keseluruhan tahun 2022, inflasi Sumatera Utara diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun 2021, namun masih dalam rentang sasaran 3%±1%.
“Peningkatan inflasi didorong oleh pemulihan ekonomi, tercapainya herd immunity, penanganan pandemi COVID-19 yang semakin baik, serta mobilitas masyarakat, dan permintaan yang meningkat. Berbagai potensi sumber tekanan inflasi, baik dari internal maupun eksternal, perlu menjadi perhatian untuk menjaga pengendalian inflasi tahun 2022,” Tutupnya












