Medan  

Klarifikasi Managemen De Tonga : Tak Ada Halangi Petugas, Itu Operasi Batok Tanpa Surat Tugas

MEDANHEADLINES.COM, Medan – De Tonga HR & Legal Director, Ari Sembiring, SH, MH didampingi Kuasa Hukum Asmaiyani SH MH dan Ahmad Iqbal Fauzi, SH, MH mengatakan, bahwasanya pihak managemen De Tonga tidak melakukan penghalangan petugas saat adanya diduga Operasi Batok yang dilakukan satuan Polisi Militer Medan.

Ia pun mengirimkan kronologis kejadian, tanpa ada diedit Medan Headlines. Untuk memenuhi Hak Jawab dengan adanya pemberitaan Medan Headlines sebelumnya berjudul.
“Manajemen De ‘Tonga Rooftop Coba Halangi Petugas Saat Razia,”

Berita tersebut sebelumnya sudha terbit pada 23 Februari 2021 lalu. Berikut hak jawab serta klarifikasi yang dikirim pihak De tonga.

Laporan terkait Kronologis *OPERASI BATOK TANPA DILENGKAPI SURAT TUGAS oleh SATUAN Polisi Militer Medan*

1. Bahwa pada Tgl 20-Feb 2021, sekira pukul 21.20 Wib , 7(Tujuh) Unit mobil DINAS Innova Putuh berlogo Polisi Militer Dipintu , dan 6 Mobil berplat biasa (salah 1 nya AVANZA SILVER Plat
BK 1999 PM ) , mendatangi de Tonga Hotel & Rooftop Bar ;

2. Tidak diketahui apakah, rombongan Petugas PM ini dr POMDAM atau DENPOM , karena ketika management de Tonga menanyakan surat Tugas tidak dihiraukan , malah salah 1 anggota yang berpakaian preman yang mengaku Pasi Intel , mengatakan: Jangan halangi petugas melakukan razia , nanti kita akan tunjukkan surat tugas kita. Padahal management De Tonga Tidak ada menghalangi petugas karena petugas PM langsung berlari ke smua area de Tonga , dan sebagian besarnya naik ke Rooftop Bar seperti ingin melakukan penyergapan/penggrebekan Suatu Kasus besar ;

3. Management De Tonga tidak ada menghalangi Petugas PM yang melakukan pemeriksaan KTP semua pengunjung de Tonga Hotel & Rooftop dan menunggu kurang lebih 30 Menit sampai petugas PM selesai menjalankan tugasnya ;

4. Ketika akan selesai, Management De Tonga kembali mendatangi 2 Orang anggota yang berpakaian preman (Yang satu diduga Pasi Intel dikarenakan pengakuan dari yang bersangkutan, dan yang 1 laginya , pria yang menggunakan kacamata , diduga pimpinan dari operasi tanpa surat tugas ini) ;

5. Kronologis pembicaraan antara Perwakilan Management De Tonga Rooftop Bar & 2 Oknum diduga Perwira pemimpin operasi tsb sbb :

*Management De Tonga: * Mohon Izin Pak, bisa kami meminta surat tugas dr kegiatan orang Bapak ini?

*Pria Kaca Mata: * Kamu siapa ? (sambil tepuk bahu management De Tonga) dan mata membesar menunjukkan seperti marah. ;

*Management De Tonga: * Wah Bapak jangan marahin saya, saya sipil pak , saya penanggungjawab di detonga hotel ini.

*Pria Kaca Mata: * Sudah… kamu keujung sana dulu, surat tugas kami ada sama Kapten Joko bagian admin kami, nanti kami perlihatkan ;

*Oknum yang mengaku pasi Intel* : Kamu liat smua anggota kami berpakaian dinas, jadi ga mungkin kami bergerak tanpa perintah. JELAS ??

*Management De Tonga * : Siap Pak, Kami TIDAK AKAN MENGHAMBAT atau MENGGANGGU Pihak Bapak menjalankan Tugas, akan tetapi setelah Bapak menjalankan Tugas , Mohon Izin Kami tetap minta diperlihatkan Surat Tugas orang Bapak .

Melihat jawaban kedua oknum diatas, Maka saya Mulai curiga ada yang ga beres dgn operasi ini, dan saya meminta karyawan/ti saya utk menghidupkan Kamera karyawan/ti kami smua utk merekam kegiatan para anggota PM ini. Pria Berkaca Mata marah dan mencoba menyuruh mematikan HP nya ;

6. Pada saat akan pulang, kembali management de Tonga menjumpai kedua oknum PM berpakaian preman, dengan kronologis sbb:
*Management De Tonga*: Mohon izin Pak , bole kami diperlihatkan surat tugas Bapak?

*Pria Berkaca Mata* : Kamu bisa dipidana kl menghalangi petugas menjalankan tugas ;

*Management De Tonga*: Dari tadi kami tidak ada menghalangi bapak obrak abrik dan berhentikan kegiatan usaha kami yang sdh melengkapi SEMUA PERIZINAN Usaha kami. Kami hanya minta Bapak perlihatkan Surat Tugas Bapak. Apakah kami Tidak bole mengetahui dan meminta diperlihatkan surat tugas Bapak sekalian datang ketempat kami ini tujuannya apa ?

*Oknum Pria Kaca Mata*: Suruh anggotamu matikan kamera, biar kita berkomunikasi baik. (Sembari anggota PM berbaju dinas lain, berusaha menyuruh karyawan kami mematikan kamera, tapi kami tidak mau matikan kamera kami)

*Management De Tonga* : Gpp Pak , jgn dimatikan, kalau kami salah , kata bapak ini, kami akan dipidana dan kami siap dipidana kl kami salah. Kami hanya minta Surat Tugas Bapak mana. ;

*Pria Kaca Mata* : Nanti minta sama Kapten Joko.

*Management De Tonga*: Mohon Izin Pak, Yang mana Kapten Joko orangnya ?

*Pria Kaca Mata* : Dibawah …

7. Kami pun turun kebawah sambil mencari yang namanya Kapten Joko. Setelah ketemu Pria Berpakaian Dinas PM yang mengaku Kapten Joko dan mohon diperlihatkan surat tugas , Kapten Joko menyampaikan permohonan maaf karena Surat Tugas Ketinggalan karena baru selesai dibuat dan dalam perjalanan diantar ke De Tonga ;

8. Saat menunggu , Pria Berkaca Mata menyampaikan , diminta ke ambon” untuk naik ke mobil, biar kapten joko disini yang menunggu surat tugas nya ;

9. Tak lama setelah Pria kaca mata dan para anggota lainnya jalan dengan mobil-mobilnya , Kapten Joko malah naik dan lari ke mobil nya sambil mengatakan : Kekantor aja kalian ambil surat tugas nya .

Demikian lah kronologis OPERASI BATOK TANPA SURAT TUGAS. Apakah Hal-Hal seperti ini masi dibenarkan saat sekarang ini???

Demikian hak jawab dan klarifikasi dari pihak managemen De Tonga. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.