Sebelum Dikirim ke Lapas, Satgas COVID Sumut Siap Biayai Tes Swab Tahanan

Teks: Kepala ORI Sumut Abyadi Siregar (batik merah), Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsyad Lubis (kemeja putih), Kabid Pembinaan Kanwil Kemenkumham M Tavip (batik biru) berfoto bersama usai Rakor bersama Polda Sumut dan Kejati Sumut di Gubernuran, Kamis (12/11/20).

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut siap memfasilitasi tes swab terhadap tahanan yang berada di Rumah tahanan Kepolisian (RTP) sebelum dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kemenkumham.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Satgas Covid19 Sumut Arsyad Lubis saat mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Polda Sumut, Kemenkumham Sumut dan Kejati Sumut di Gubernuran Sumut, Medan, Kamis (12/11)

 

Rapat tersebut berlangsung di rumah dinas gubernuran dipimpin Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar. Hadir Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahid, Kabid Pembinaan Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut M Tavip, dari Polda Sumut dan dari Kejati Sumut.

Diketahui, Kasus Over kapasitas terjadi Di RTP karena Sejak Maret, Karena Para tahanan yang sudah berstatus inkrah tak kunjung diterima oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sehingga menumpuk di RTP

“Intinya Gugus Tugas siap membantu,” kata Sekretaris Satgas Covid19 Sumut Arsyad Lubis, dalam rapat yang berlangsung di Gubernuran ini.

Rapat ini merupakan inisiasi Ombudsman Sumut yang melakukan kajian atas penumpukan tahanan pasca terbitnya Surat Menkumham No. M.HH.PK.01.01.01-04 ditujukan langsung ke Mahkamah Agung RI, Jakasa Agung RI, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, pada Senin 24 Maret 2020 lalu.

Menteri Yassona dalam suratnya memerintahkan kepada Lapas dan Rutan untuk menunda penerimaan tahanan ke Lapas dan Rutan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kakanwil Kemenkumham Sumut yang diwakili oleh Kabid Pembinaan M Tavip mengatakan, surat perintah Menkumham pada Maret itu adalah alasan mereka menunda penerimaan tahanan ke Lapas atau Rutan.

Akan tetapi, pada 25 Agustus lalu, mereka menerima Surat Dirjen Pemasyarakatan yang pada intinya memerintahkan bahwa tahanan yang sudah inkrah (A3) boleh diterima.

Hanya saja, diakuinya memang sampai saat ini mereka belum ada menerima pengiriman tahanan sebab mencegah penyebaran Covid-19. Apabila seorang tahanan inkrah dinyatakan bebas Covid-19, mereka siap menerimanya.

Persoalanya kemudian adalah mereka tidak punya biaya untuk melakukan test swab pada tahanan yang akan diterima di Lapas dan Rutan.

Lantas bagaimana sikap Kanwil Kemenkumham pasca kesiapan Satgas Covid19 Sumut untuk membiayai SWAB tahanan inkrah? “Kalau gugus mau, ini sudah selesai,” kata dia.

Dalam koordinasi ini terungkap bahwa ada sekitar 1.600 tahanan di Sumut yang sudah memiliki putusan inkrah namun belum diterima di Lapas atau tertahan di RTP.

Kepala Ombudsman Sumut Abyadi Siregar menyampaikan apresiasinya atas kebijakan Gubsu Edy Rahmayadi melalui Satgas Covid19 Sumut untuk membiayai swab test tahanan inkrah. Sebab, menumpuknya tahanan di RTP adalah persoalan yang harus diselesaikan.

“Hasil rapatnya tadi jaksa dan kepolisian akan mengirimkan data jumlah tahanan yang akan di swab oleh gugus tugas. Kita ingin persoalan ini segera bisa diatasi,” katanya.

Ia menjelaskan, pasca terbitnya Surat Menkumham terkait penundaan penerimaan tahanan di Lapas dan Rutan, terjadi penumpukan luarbiasa di RTP. Seperti yang mereka temukan baru-baru ini di RTP Polrestabes Medan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *