MEDANHEADLINES.COM, medan – Seiring berjalannya waktu, ada banyak hal yang juga ikut berkembang, salah satunya adalah fesyen. Tak terkecuali fesyen produk lokal yang makin hari makin berkualitas. Tetapi masih banyak yang justru kurang percaya diri saat menggunakan produk lokal.
Hal inilah yang ingin digerakkan oleh Fashion Lokal (Fokal) Campaign, yaitu mengkampanyekan betapa pentingnya kesadaran untuk menggunakan produk lokal. Fokal Campaign sukses menggelar Webinar “Bye Product Local or Bye-Bye Product Local” pada Minggu (18/10) lalu.
Dengan mengangkat tema Pentingnya Penggunaan Fesyen Produk Lokal di tengah Krisis Akibat Pandemi, kegiatan ini mendapatkan respon positif dari berbagai pihak. Acara ini dimulai pada pukul 14.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Webinar ini merupakan kerjasama antara Fokal Campaign dan Komunitas GenBI Universitas Sumatera Utara, serta didukung oleh by.U.
Dipandu oleh 2 moderator, yaitu Hesmitha Eunike dan Erna T. Angkat, acara ini berjalan dengan lancar. Web seminar kali ini menghadirkan dua pemateri yang berkompeten, yakni Rizki Saragih (yang merupakan Owner Brand Lokal Electrica Panda) serta Doli Dalimunthe, S.E., M.Si (Dosen Manajemen FEB USU).
Rizki Saragih dalam sharingnya menyampaikan bahwa perkembangan fesyen lokal saat ini semakin bervariasi, semakin banyak wadah yang tersedia melalui event bazaar produk lokal, semakin banyak yang berani berkolaborasi lintas market dan tanpa batasan.
Konsistensi dalam penggunaan produk lokal akan membawa dampak kepada hal lain, yakni dapat membantu pergerakan ekonomi serta mendukung karya anak bangsa.
“Orang Bandung sangat bangga demgan segala sesuatu yang ada di Bandung. Hal inilah yang harus kita contoh agar dapat mencintai produk lokal”, tutur Doli Dalimunthe dalam penyampaian materinya.
Dalam mempertahankan fesyen produk lokal, penting untuk memiliki ekosistem mindset, yaitu kualitas produk, edukasi, jangkauan serta regulasi.
Dimulai dari kita, bangun kreativitas yang luar biasa, dan banggalah menggunakan produk lokal.
Tidak ada alasan untuk tidak memakai produk lokal, saatnya dukung produk lokal untuk memajukan perekonomian bangsa. (raj)










