Pelindo 1 Kembali Bekerjasama dengan BP Batam

Kapal Pandu melakukan pemanduan kapal di perairan Batam/ Dok: Pelindo 1

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Perjanjian kerja sama antara Pelindo 1 dengan badan pengusahaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam tentang operasional jasa pemanduan dan penundaan kapal di perairan wajib pandu di lingkungan kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam ditandatangani di Grand Aston City Hall, Kota Medan pada Jumat (16/10).

Direktur Operasional dan Komersial Pelindo 1, Ridwan Sani Siregar dan Deputi IV Bidang Pengusahaan BP Batam Syahril Japarin yang menandatangani, disaksikan Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama dan jajaran direksi lainnya.

Dani dalam keterangan tertulisnya mengatakan, satu kebanggaan bagi Pelindo 1 yang dipilih menjadi partner kerja sama oleh BP Batam. Hal ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sudah dibangun sebelumnya pada 2018, memang ada beberapa hal yang membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan pihaknya. Pelindo 1 akan melakukan improvement dari proses-proses yang ada seperti peningkatan Good Corporate Governance (GCG), implementasi IT dan operational excellence sehingga performance operasional di Batam menjadi lebih baik.

“Kita sebagai pelayan masyarakat diharapkan mampu menurunkan total logistic cost khususnya di Batam. Kita yakin value added dari kerja sama kedua belah pihak ini bisa berkontribusi baik untuk pelayanan kepada masyarakat ke depan,” kata Dani, Sabtu (17/10).

Menurut Dani, penandatanganan perjanjian kerja sama untuk mensinergikan semua pihak mewujudkan aspek keselamatan, keamanan pelayaran, ketertiban serta kelancaran lalu lintas pemanduan dan penundaan kapal di lingkungan kerja BP Batam. Pelindo 1 akan memberikan pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana pemanduan dan penundaan kapal, tenaga pandu di wilayah wajib pandu selama lima tahun.

“Perairan wajib pandu di wilayah Batam meliputi Batu Ampar, Kabil, Sekupang dan Tanjung Uncang,” ucapnya.

Kerja sama juga akan meningkatkan implementasi layanan berbasis IT atau digitalisasi yang tujuannya memberikan pelayanan yang lebih baik. Ke depannya, kedua belah pihak akan melakukan implementasi sistem IT untuk penyampaian data operasional yang dilakukan secara real time sehingga mampu meningkatkan kecepatan pelayanan serta menjalankan prinsip GCG.

“Kami juga berharap ada peluang sinergi di bidang usaha laindi luar kegiatan ini seperti depo kontainer, depo logistik, pengembangan pelabuhan, maupun kegiatan usaha lainnya antara Pelindo 1 dan BP Batam,” kata Dani.

Syahril menjawab, BP Batam memberikan ruang seluas-luasnya kepada para pengusaha, termasuk BUMN untuk melakukan kerja sama. Menurutnya, dalam mengelola kegiatan-kegiatan usaha, BP Batam perlu sentuhan pengusaha yang berpengalaman dan profesional seperti Pelindo 1.

“Mudah-mudahan menjadi awal yang baik untuk kerja sama pada banyak hal lainnya di kemudian hari,” ucap Syahril. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *