Kemenparekraf Bakal Beri Diskon Besar-besaran untuk Wisatawan

Ilustrasi Liburan di homestay dengan pemandangan sawah. (shutterstock)

MEDANHEADLINES.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) siap memberikan diskon bagi wisatawan untuk pemulihan sektor pariwisata.

Dikatakan Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pentingnya seluruh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saling sinergi bersama di tengah pandemi Covid-19.

Sebab, dampak pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terpuruk, dan diperkirakan telah kehilangan devisa sebesar 14,5-15,8 miliar dolar AS karena adanya penurunan kunjungan wisatawan mancanegara.

Dia pun meminta bantuan ke semua elemen masyarakat untuk membantu para pelaku pariwisata yang terdampak oleh pandemi ini, salah satunya membantu likuiditas usaha melalui fasilitasi relaksasi fiscal.

“Sementara untuk ketahanan pekerja pariwisata, kami melihat ada urgensi untuk mendistribusikan bantuan langsung karena banyak pekerja yang dirumahkan bahkan mengalami PHK, sehingga kami sudah memfasilitasi bantuan sosial bagi mereka,” ujar Angela dalam pernyataannya yang diterima Suara.com, Sabtu (17/20/2020).

Selain itu, dia juga menjelaskan dari segi ketahanan industri pariwisata, fokus Kemenparekraf saat ini adalah untuk peningkatan kualitas dari destinasi dan persiapan industri dalam adaptasi kenormalan baru serta pasca pandemi Covid-19.

Dirinya menerangkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun bagi pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran serta pemerintah daerah.

“Selain itu, kami juga telah mengalokasikan lebih dari 119 miliar untuk sertifikasi CHSE secara gratis dengan lembaga independen, yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap sektor pariwisata,” katanya.

Angela juga menuturkan pihaknya sudah menyiapkan program diskon pariwisata yang rencananya akan diluncurkan pada 2021 atau setelah vaksin Covid-19 rampung.
“Diskon pariwisata ini gunanya untuk mendorong paket wisata domestik. Karena di masa pandemi ini, selain faktor kepercayaan masyarakat atas kebersihan destinasi wisata, daya beli masyarakat juga tengah menurun di masa pandemi ini,” jelasnya.

Dengan demikian, ia sangat berharap dengan berbagai inovasi yang dilakukan ini membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia terus membaik saat adaptasi kenormalan baru serta pasca pandemi Covid-19.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *