Ilustrasi gempa
MEDANHEADLINES.COM – Sebanyak 14 Lokasi di Sumatera Utara yang 11 diantaranya berada di Kawasan Danau Toba secara bertahap akan dipasang Earthquake Early Warning System (EEWS) dan Warning Receiver System New Generation (WRS-NG)
” 11 lokasi di kawasan danau Toba yang akan dipasang sistem ini adalah antara lain Kabupaten Simalungun, Karo, Toba Samosir, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi’, Kata kepala Stasiun Geofisika Deli Serdang, Teguh Rahayu, seperti yang dilansir Antara, Selasa (22/9)
“Selain itu, BMKG juga telah memotong 11 sensor Minireg dan Broadband. Lokasi pemasangan ini didasarkan pada pemetaan zona daerah kegempaan di Sumatera Utara,” Tambah teguh lagi
Dijelaskannya, EEWS merupakan sistem monitoring yang menunggu gempa bumi di hulu, dan sistem pemrosesan otomatis yang mengolah data secara cepat dan penyebaran informasi peringatan dini di hilir.
Adapun WRS, merupakan smart display untuk menginformasikan kejadian gempa bumi realtime dan peringatan dini tsunami. Kedua sistem ini memanfaatkan informasi gempa bumi yang terekam di 61 sensor gempa bumi yang terkenal di wilayah Sumatera bagian utara.
” kawasan Danau Toba secara wajah tektonik merupakan daerah yang sangat tepat terhadap gempa bumi dan tsunami, akibat aktivitas subduksi Nias dan sesar-sesar lokal Sumatera yang sangat aktif,” Ungkapnya.
Selain itu, Tambahnya lagi, Danau Toba merupakan salah satu dari lima Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020.
Sehingga, daerah ini menjadi kawasan yang penting dalam sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami. Ia melengkapi, penguatan sistem peringatan gempa bumi dan tsunami terus ditingkatkan BMKG.
Selain sebagai pelengkap dari sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS), Sistem Peringatan Dini Gempa Indonesia (InaEEWS) BMKG ini juga akan memberikan informasi lebih dini sebelum guncangan kuat melanda suatu kawasan.
Sistem ini memanfaatkan memanfaatkan cepat rambat gelombang gempa bumi, sehingga gelombang P yang tiba lebih awal digunakan sebagai peringatan sebelum gelombang S yang bersifat merusak tiba di lokasi.
” Sebagai daerah yang memiliki potensi gempabumi yang tinggi, gelombang gempa bumi yang berasal dari zona subduksi Nias memiliki waktu 30-40 detik sebelum gelombang S tiba di wilayah Danau Toba. Sedangkan, untuk gempa bumi yang bersumber di sesar lokal Sumatera, terdapat selisih waktu kurang dari 10 detik,” Ungkapnya.
Sistem ini, Katanya, tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat di Kawasan Danau Toba untuk bertindak lebih cepat menyelamatkan diri, tetapi juga dapat menyimpan objek vital yang didasarkan pada instrumen.
Sistem transportasi cepat dan industri penting dapat di non-aktifkan (shut down) beberapa detik lebih awal sebelum gempabumi menimbulkan kerusakan.
” Dengan telah memasangnya 61 sensor seismograf, EEWS di 14 lokasi, dan WRS di 11 lokasi di Sumatera Utara, maka diharapkan dapat memberikan informasi gempa bumi dan peringatan tsunami sedini mungkin, sehingga dapat meminimalisasi korban akibat gempa atau tsunami,” tutupnya. (red/ant)












