Saat Naik Ojol, Masker Lebih Efektif Cegah Penularan

Masker Covid-19/ Handout

MEDANHEADLINES.COM – Peneliti virologi dari Universitas Airlangga Prof Chairul Anwar Nidom mengatakan, masker tetap menjadi solusi terbaik saat beraktivitas, termasuk saat menggunakan ojek dan taksi online. Menurutnya, Covid-19 kini dapat menular lewat udara seperti virus flu, penggunaan masker harus betul-betul berstandar yang mampu menepis virus yang menempel di masker. Bukan masker biasa, minimal menggunakan masker bedah.

“Saat ini sudah ada bahan kain yang dilapisi dengan bahan yang bisa menetralisir virus, ukuran pori tidak boleh lebih dari lima mikron. Dengan ketaatan masyarakat menggunakan masker, Insha Allah virus bisa ditepis, apakah naik ojol atau taksi, atau sedang kumpul dengan orang lain,” kata Nidom, Jumat (7/8).

Nidom menambahkan, adanya transmisi virus melalui udara membuat jaga jarak jadi tidak banyak berpengaruh. Jaga jarak minimal satu meter diasumsikan bisa mencegah penularan melalui lontaran droplet.

“Saya minta masyarakat tidak meremehkan Covid-19, diketahui penularanya bisa melalui udara, maka jarak berapapun akan bisa dijangkau oleh virus,” ujarnya.

Peneliti mikrobiologi dari Institut Teknologi Sumatera (Itera), Muhammad Asril juga berpendapat sama dengan Nidom. Katanya, virus tidak bertahan di udara dengan pertukaran udara bebas seperti saat mengendarai motor, melainkan di udara yang sirkulasinya terbatas.

“Kalau kondisinya di ruang terbuka, risiko penularan cenderung rendah. Penularan melalui udara yang disampaikan WHO adalah di dalam ruangan tertutup yang tidak memiliki sirkulasi udara baik,” katanya pada Jumat (24/7) lalu.

“Saat naik ojol, masker lebih efektif cegah penularan. Driver dan penumpang pakai masker pastinya sudah sangat aman untuk mengurangi penyebaran dan kontaminasi ke tubuh,” ujar Asril.

Begitu juga ketika menggunakan taksi online, Asril mengingatkan tetap menggunakan masker.

Masker is the best solution, AC dimatikan dengan kaca dibuka, pertukaran partikel virus dengan udara akan bagus, viral load-nya akan berkurang,” sambungnya.

Viral load sendiri, lanjut Asril, ibaratnya jumlah partikel virus yang siap untuk menginfeksi. Selama viral load rendah maka virus akan sulit menempel pada reseptor yang ada di nasofaring (saluran pernafasan).

Selain itu, penggunaan sekat pada taksi online merupakan ide yang kreatif karena dapat mencegah penularan selama pertemuan langsung antara pengemudi dan penumpang. Namun agar lebih aman, ia menyarankan kendaraan diinfektasi secara rutin.

Airborne disease oleh WHO adalah bagian aerosol yang ukurannya sangat kecil yang memuat virus dan masih melayang di udara.

“Kalau droplet ukuran besar, karena gravitasi maka akan jatuh ke lantai, tanah atau lainnya. Nah, aerosol ini ukurannya sangat kecil sehingga masih bisa melayang-layang di udara, akibat adanya sirkulasi udara yang sedikit bisa menyebar kemana-mana,” ucap Asril.

Sekat Pelindung Ojol Bisa Membahayakan

Seperti diketahui, Grab dan Ojek membagikan sekat pelindung secara gratis kepada mitranya untuk mencegah penyebaran virus. Namun, sekat pelindung pada ojol disarankan untuk dihindari. Menggunakan face shield lebih direkomendasikan karena selain memenuhi aspek keamanan, juga tetap menjaga protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, penggunaan sekat pelindung berupa material berbentuk mika tidak efektif. Terlebih sekat yang membatasi antara pengemudi dengan penumpang itu berukuran cukup lebar.

“Selain karena kendaraan bergerak, tentu jadi mengganggu kerja pengemudinya. Memang untuk udara statis, sekat jadi efektif. Tapi kendaraan ini bergerak. Jadi tidak efektif,” ujar Sony.

Ia menilai, sapuan angin ketika sepeda motor berjalan, terlebih dalam kecepatan cukup tinggi bisa membahayakan. Dengan demikian, aspek keamanan tidak terpenuhi dalam hal penggunaan sekat pelindung.

“Toh, droplet keluar dari depan, bukan dari belakang. Sekat pelindung tidak efektif dan berbahaya untuk keseimbangan motor,” tegasnya. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.