HUT Bhayangkara ke-74, KontraS Sumut : Reformasi di Kepolisian Belum Tuntas

Kordinator Kontras Sumut M.Amin Multazam

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara menyampaikan harapannya terkait peringatan hari ulang tahun Bhayangkari ke 74 yang jatuh pada hari ini, Rabu (1/7)

KontraS menilai, Peringatan HUT Bhayankara Ini jangan dijadikan euforia belaka tanpa melakukan evaluasi besar-besaran di jajarannya karena reformasi di tubuh kepolisian belum tuntas.

Kordinator Badan Pekerja KontraS M Amin Multazam mengatakan, Polisi hari ini belum menunjukkan sikap Promoter atau Profesional, Modern dan Terpercaya seperti semboyan yang selalu digaungkan belakangan ini.
Itu ditunjukkan dengan masih banyaknya persoalan akuntabilitas dalam penegakan hukum, praktek kekerasan dan penyiksaan, pungli, hingga arogansi oknum yang merusak citra kepolisian.

“Ini menjadi PR besar Polri saat ini. Sejalan dengan 22 tahun masa transisi demokrasi masyarat juga ingin citra kepolisian semakin baik,” ujarnya, Rabu (1/7).

Kata Amin, persoalan di tubuh kepolisian itu terjadi lantaran belum maksimalnya mekanisme pengawasan baik secara internal melalui Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) dan Profesi dan Pengamanan (Propam) maupun eksternal melalui Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Sebagai lembaga yang banyak terlibat dalam mengadvokasi kasus-kasus pelanggaran aparat, KontraS sering menemui proses penanganan kasus yang diadukan masih berbelit dan terkesan lambat.

“Jika proses pengawasan internal dan eksternal berjalan baik dapat menjadi titik tolak dalam mendorong reformasi kepolisian. KontraS sangat mendorong reformasi kepolisian segera dituntaskan,” ungkap mantan ketua Umum HMI FISIP USU itu.

KontraS juga mendorong pimpinan Polri bisa tegas mendorong proses hukum bagi personel yang melakukan pelanggaran. Ketegasan justru baik untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Menutup-nutupi persoalan dengan alasan agar citra kepolisian tidak tercoreng adaalah paradigma yang keliru,” katanya.

Dalam kesempatan ini, KontraS Sumut juga mengapresiasi langkah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara untuk menindak personel yang terlibat kasus narkoba. Namun, dia menyayangkan kasus-kasus kekerasan yang kerap dilakukan aparat kepolisian dalam rangka penegakan hukum.

“Ketegasan serupa belum kita lihat dalam kasus-kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh personel Polda Sumut,” tukasnya.

Amin berharap cita-cita reformasi bukan hanya sekadar pada sektor pemerintahan. Melainkan meliputi sektor keamanan khususnya kepolisian.

Momentum Hari Bhayangkara harus menjadi spirit pencapaian institusi kepolisian yang profesional, akuntabel serta berwatak sipil. Sebagaimana lazimnya lembaga kepolisian di negara-negara demokrasi. Kepolisian menjadi lembaga pelayan, pengayom, menjaga rasa aman dan damai dalam masyarakat.

“Jangan sampai promoter hanya menjadi slogan belaka,” imbuhnya.

Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Martuani yang ditanyai soal kritik dari organisasi masyarakat sipil terkait penanganan di jajarannya memberikan catatan penting. Pelayanan humanis terhadap masyarakat akan terus dimaksimalkan.

“Kalau kritik dari masyarakat, elemen elemen masyarakat juga sangat kami butuhkam. Dari kritik ini kami bisa tahu apa yang masih kurang, yang dilakukan anggota kami. Tapi secara simultan seluruh lembaga kepolisian di tingkat sekolah polisi negara dan tingkat akademi, kami senantiasa diingatkan tentang, pelayanan yang humanis dan penghormatan terhadap HAM. Ini yang menjadi materi kuliah utamanya di lembaga pendidikan Polri,” ujar Martuani usai apel virtual HUT Bhayangkara di Mapolda Sumut, Rabu (1/7).

Soal sanksi terhadap anggotanya yang melanggar, Martuani punya cara sendiri. Meskipun dia tak menampik jika tetap memberlakukan sanksi berjenjang, mulai dari teguran hingga pidana.

“Mungkin rekan rekan bisa melihat bahwa disiplin yang saya bawa disini adalah disiplin membuat rasa malu. Bagaimana membuat anggota itu malu untuk melanggar,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *