Pengamat ekonomi Benjamin Gunawan/ Handout
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Covid-19 membuat ekonomi banyak negara berantakan, tidak terkecuali Indonesia. Hampir seluruh sektor usaha terdampak, seperti UMKM dan start up. Pandemi yang memaksa orang untuk tetap beraktivitas di rumah membuat masyarakat memilih bertransaksi dan belanja secara online.
“Banyak start up yang juga mengalami pukulan berat selama pandemi, tidak mudah menjalankan bisnis di situasi sekarang,” kata pengamat ekonomi Benjamin Gunawan kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Senin (22/6).
Penyebaran virus membuat sejumlah lini bisnis start up terpaksa ditutup atau dipaksa kembali ke bisnis inti.
“Pangsa pasar tergerus, banyak linis bisnis yang justru tidak lagi digunakan masyarakat. Perusahaan akan memilih efisiensi,” ungkapnya.
Menurut Benjamin, perusahaan akan merugi dari sisi investasi yang sudah dikeluarkan bila ada satu lini bisnis yang tidak berjalan optimal. Sudah jelas investasi tersebut tidak memberikan keuntungan.
“Ya, mau gimana lagi, karena alasan Covid-19-lah makanya layanan tersebut terhenti. Efisiensi menjadi salah satu jalan keluar yang harus diambil. Jika menutup sementara atau menutup secara permanen, ini kembali kepada kajian perusahaan. Tetapi saya yakin jika kondisi masyarakat sudah kembali normal, layanan tersebut bisa diaktifkan lagi dan dengan sendirinya akan menciptakan lapangan usaha nantinya,” ujar dia.
Benjamin berkesimpulan bahwa selama pandemi belum bisa teratasi dengan maksimal, bisnis apapun pasti akan terus berusaha bertahan dengan perhitungan yang matang.
“Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa selama Covid-19 ini belum bisa diatasi. Bisnis apapaun baik itu yang konvensional maupun yang berbasiskan digital (start up) tidak ada yang bisa terhindar dari dampak Covid-19. Ini siklus bisnis yang mau tidak mau harus kita hadapi dan saat ini kita tengah berhadapan pada siklus yang paling buruk,” tutupnya. (Rha)










