Ada Karyawannya Positif Covid, Brastagi Supermaket Lakukan Rapid Tes Massal ke Seluruh Pekerja

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pihak Brastagi Supermarket melakukan rapid tes massal kepada 130 orang karyawannya setelah salah seorang pegawainya dinyatakan positif Covid 19, Selasa (19/5).

Rapid test massal itu digelar di Jalan Panci atau gedung belakang supermarket .Para pegawai dites satu persatu. Mereka dipanggil masuk gedung bagian belakang untuk dilakukan pemeriksaan. Termasuk personil keamanan supermarket juga dilakukan pengujian.

“Atas dasar itu, kita harus melakukan tracing. Melacak semua yang kontak erat. Yang berhubungan langsung. Yang kontak erat kita betul betul memastikan apakah ada yang terpapar. Kalau ada yang positif kita langsung lakukan swab,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi .

terkait operasional supermarket, sejauh ini lanjut Edwin belum ada keputusan apakah ditutup sementara atau tetap dibuka.

“Nanti kita lihat perkembangan, kalau memang banyak paparan dan risiko penularan kita pertimbangkan,”sebutnya..

Sementara itu, Manager HRD Brastagi Supermarket, Harlen Lubis mengatakan pegawainya yang dinyatakan positif Covid 19 tidak tertular dari lokasi kerja. Y, inisial pegawai itu tertular dari kos nya yang tak jauh dari Brastagi Supermarket. Selain itu, Y juga sudah lama tidak masuk kerja.

“Kebetulan tempat kos dia ada yang diduga positif, sekitar tanggal 25 April. Menurut dari pihak Puskesmas juga. Terakhir, mengatakan bahwa di kos mereka ada yang terindikasi. Setelah datang dia sebelum sempat masuk kita suruh pulang. Hingga hari ini. Tapi tetap kita monitor,” ucapnya.

Harlen juga membantah informasi yang menyebutkan seorang pegawainya dinayatakn meninggal akibat Covid 19.
“Kami keneratan dengan kabar itu. Itu tidak benar. Jelas itu hoaks. Kami sangat prihatin,” urainya.

Sedangkan terkait penutupan operasional Brastagi Supermarket, Harlen mengatakan akan menunggu hasil rapid test pegawai dan juga berkoordinasi dengan pimpinan.

“Kita akan koordinasi ke pusat. Jadi kita tetap apakan, mudah-mudahan. Karena saya sendiri juga akan takut bilamana ada yang positif di dalam toko,”pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *