Ada ABK Yang Terindikasi Covid-19, Penumpang KM Kelud Di Isolasi Usai Tiba Di Belawan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tak lama usai bersandar di Pelabuhan Belawan, Kapal Motor (KM) Kelud asal pelabuhan Tanjung priok Jakarta akan dikarantina di Pelabuhan Belawan

Hal itu dilakukan menyusul kabar ada Anak Buah Kapal (ABK) yang positif corona setelah menjalani rapid test di Batam.

Dari Keterangan yang dperoleh, Ada 100 ABK yang sudah diperiksa. Sebanyak 40 orang dinyatakan positif lewat pemeriksaan cepat (rapid test). Mereka pun diisolasi di Batam. Rinciannya,  1 Orang di RSBP Batam dan 39 lainnya di Rumah Sakit Infeksi Khusus di Pulau Galang, Batam.

Sebelumnya KM Kelud berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan sandar di Pelabuhan Batu Ampar Batam, Minggu (12/4). Setelah seluruh ABK dicek kesehatannya, kapal akan berlayar dengan tujuan akhir Pelabuhan Belawan, Medan.

kapal ini bertolak dari Jakarta dengan membawa 111 penumpang, namun sebagian penumpang sudah turun di Pelabuhan Batu Ampar sebanyak ada 31 orang. Kemudian ada 44 orang yang turun di Kabupaten Tanjung Balai Karimun 44 orang. Sedangkan 36 orang lagi turun di Pelabuhan Belawan Medan.

“Teknisnya kapal akan berlabuh di sini (Belawan) sekira pukul 19.00 WIB. Nanti penumpang yang turun akan langsung ditangani memakai protokol COVID-19,” kata Kepala Kantor Cabang Pelni Medan Luthfi Israr, Senin (13/4).

Israr enggan berkomentar lebih jauh. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). “ Penumpang akan diperiksa dan langsung dibawa, ada penjemputan dari sini,” ungkapnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Utara dr Aris Yudhariansyah menjelaskan, jika setibanya di Pelabuhan Belawan, penumpang dan ABK tidak diperkenankan turun. Mereka harus menjalani pemeriksaan dengan metode rapid test.

“Setelah turun penumpang kapal akan naik ke dalam bus yang sudah disediakan Gugus Tugas COVID-19 Sumut,” ujar Aris.

Aris menjelaskan jika para penumpang nantinya akan langsung dibawa ke bangunan eks Bandara Polonia, Medan. Mereka akan menjalani karantina selama 3 hari di sana.

Sementara itu, ABK yang hasil rapid testnya positif akan menjalani isolasi di RS Martha Friska.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *