Ombudsman Sidak ke Lapas Siborong-borong

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut Abyadi Siregar sidak koordinasi ke Lapas Klas IIB Siborongborong/ handout

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Saat banyak orang memperingati Valentine’s Day dengan bertukar bingkisan dan coklat, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara melakukan hal berbeda yaitu sidak koordinasi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Sidak terkait standar pelayanan publik dan unit pelayanan pengaduan masyarakat dan pengunjung ini dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut Abyadi Siregar. Sampai di lokasi, dia disambut Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarkatan (KPLP) Jakarias Junias Alexander S.

Abyadi memeriksa standar pelayanan yang sudah ada, sarana prasarana, ruangan untuk pengunjung dan tahanan, serta memantau dapur tempat pengolahan makanan untuk Warga Binaan Pemasyarkatan (WBP). Beberapa standar pelayanan dan sarana pelayanan sudah ada seperti visi, misi, jam pelayanan bagi pengujung, IKM, kontak layanan pengaduan dan informasi.

Informasi tentang gratis dan tidak dipungut biaya apapun terkait pelayanan serta informasi berupa himbauan bagi pengunjung agar tidak memberikan imbalan apapun kepada petugas, kamar kecil untuk pengunjung dan sarana serta prasarana kunjungan sesuai tujuan mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Lapas Siborongborong.

“Sebagian standar pelayanan publiknya sudah ada, kita berharap dan mendorong untuk yang belum ada agar dilengkapi. Unit pengelolaan pengaduan masyarakat diaktifkan. Kita dorong implementasi standar pelayanan yang sudah ada demi mewujudkan UPT berpredikat WBBM,” kata Abyadi, Jumat (14/2).

Dijelaskannya, implementasi dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, penyelenggara dan pelaksana pelayanan publik perlu menyediakan standar pelayanan, salah satunya adalah unit pengaduan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi pelayanan terutama bagi pengunjung selaku keluarga WBP.

“Selain itu, diperlukan juga unit pengaduan atau unit pengelolaan pengaduan yang bisa memudahkan masyarakat untuk menyampaikan komplain jika ada pelayanan di Lapas yang tidak memuaskan,” kata Abyadi.

Pada momen Valentine’s Day kali ini, dibuka layanan kunjungan bertema kasih sayang, pengunjung dipersilahkan mencicipi masakan dan makan bersama keluarga.

Terjadi interaksi antara petugas dan pengunjung yang baik, pelayanan pembinaan yang diberikan WBP sangat baik, dibuktikan dengan diizinkannya media mempublikasikan cara pengolah dan menyajikan makanan.

“Setiap pengunjung, keluarga WBP yang datang di hari Valentine ini bisa mencicipi,” pungkasnya. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *