Kongres PAN di Kendari Ricuh, Ini Penyebabnya

Kongres PAN Ricuh. (Antara)

MEDANHEADLINES.COM – Kongres Ke-V PAN yang digelar di Kendari, Selasa (11/2/2020) berlangsung ricuh. bahkan dari informasi yang diperoleh setidaknya ada 30 an kader yang terluka akibat lemparan kursi saat kericuhan itu berlangsung

Menanggapi Kericuhan itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN Mulfachri Harahap mengatakan hal itu terjadi karena ada pihak yang memprotes kepesertaan kongres.

Dikatakannya, Ia sejak awal telah meminta kepada Panitia Pengarah (SC) Kongres Ke-V PAN untuk menyelesaikan persoalan kepesertaan Kongres agar tidak masalah.

“Ini soal kepesertaan, sejak kemarin saya bilang bahwa SC harus menyelesaikan dulu berbagai persoalan yang menyangkut masalah kepesertaan,” kata Mulfachri di arena Kongres Ke-V PAN, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Ada sejumlah daerah dan pemilik suara yang masih diperdebatkan status kepesertaannya. Sehingga kalau tidak ada kejelasan maka akan menjadi masalah dan dibawa ke arena Kongres.

Menurut dia kalau SC sejak awal tegas berpegang pada apa yang telah diputuskan, maka tidak akan terjadi keributan dan persoalan dalam Kongres PAN.

“Ketentuan mengenai registrasi kepesertaan sudah disepakati bahwa peserta paling lambat tanggal 9 Februari pukul 12.00 Wita namun banyak peserta tidak datang karena berbagai alasan dan banyak peserta yang memang tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah pukul 12.00 Wita, peserta yang mendaftar baru setengah lalu SC melakukan rapat dan hasilnya ada berbagai macam persoalan yang diputuskan dalam rapat tersebut

Mulfachri mencontohkan pendaftaran peserta dibuka kembali, tapi dengan kesepakatan bahwa yang menyangkut perdebatan soal kepesertaan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan SC yang khusus membicarakan soal dibukanya kembali pendaftaran untuk peserta kongres.

“Tapi kemudian setelah itu dibuka, yang satu mau dibatalkan, tidak bisa begitu. Ada sekitar 20 pemilik suara yang semua diperdebatkan, semula dipersoalkan oleh semua kandidat yang maju dan melalui rapat SC itu bisa diselesaikan kemudian disepakati juga bahwa pendaftaran peserta yang sudah ditutup jam 12 dibuka kembali,” katanya. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *