MEDANHEADLINES.COM, Medan – Virus corona yang melanda China diprediksi bakal mempengaruhi perekonomian negara-negara, terutama dari sektor ekspor dan impor
Hal yang sama juga terjadi di Sumut, Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah mengatakan, kondisi terkini di China dikhawatirkan akan membuat ekspor karet Sumut bakal jeblok.
“Karena China sendiri menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor karet dari Sumut,” katanya
Tanda-tanda penurunan ekspor itu sudah mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir, dengan penurunan harga karet di bursa. Saat ini, harga karet di bursa SICOM turun 9 sen ke level US$1,30 per kg.
Penurunan volume pengiriman untuk Januari memang belum terlihat, karena pengiriman pada bulan ini dilakukan untuk memenuhi kontrak-kontrak yang dibuat pada sebulan atau dua bulan sebelumnya.
“Jadi belum terlihat ada penurunan volume ekspor,” katanya.
Hanya saja, Tambahnya, jika virus corona masih akan terus berlanjut, setidaknya dalam tiga atau empat bulan ke depan, maka akan berdampak pada penurunan permintaan dari negara itu.
“Pasti akan berdampak pada penurunan ekspor. Dan kami berharap agar masalah ini segera selesai,” ungkapnya.(red)












