Bikin Haru, Batita Arfan Sebut Ibu saat Berkunjung ke Makam Orangtuanya

Bocah main pasir di makam kedua orangtuanya. (Facebook/Azuan Shamsuddin)

MEDANHEADLINES.COM-Kisah Muhammad Arfan Ziqri, bocah berusia dua tahun sukses bikin neziten menangis haru.

Kisah Arfan mulanya dibagikan oleh pengguna Facebook Azuan Shamsuddin. Lelaki itu merupakan kerabat dari orangtua Arfan.

Dalam foto yang diunggah, tampak Arfan yang memakai kaus abu-abu asyik bermain pasir di makam ayah dan ibunya. Arfan juga disebut enggan meninggalkan makam dan terus memanggil nama ibunya.

“Sore ini, dia pergi ke makam abi dan ibunya. Seolah-olah di sedang berbicara dengan ibunya. Ia menyebut sini-sini Ibu, Bu, seperti memanggil. Dia tidak ingin kembali, suka bermain pasir di sini, di sekitar rumah dia tak mau bermain pasir. Allahu jelas dia rindu kepada orangtuanya, kutarik tangannya pun tak mau. Nanti kita main lagi ya Arfan,” tulis Azuan Shamsuddin, Rabu (25/12).

Tak ayal unggahan tentang Arfan tersebut membuat haru khalayak. Sejak dibagikan, unggahan itu telah dibagikan 828 kali dan disukai 3,3 ribu kali.

Dikutip dari laman MStar, Selasa (31/12), Azuan Shamsuddin menceritakan cerita di balik foto Arfan tersebut.

Azuan mengatakan, kedua orangtua Arfan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Jalan Syed Putra, Kuala Lumpur, Malaysia pada 29 Oktober lalu.

Belum lama ini, Azuan bersama kelurganya mengajak Arfan untuk mengunjungi makam orangtua bocah itu yang berada di pemakaman Islam Hilir Rengkang, Bachok.

“Sampai di makam belum sempat apa-apa, Arfan terus memanggil bu bu bu. Seperti dia ingin bertemu dengan ibunya saat itu,” kata Azuan.

Ia merasa sedih ketika melihat Azuan asyik bermain pasir di makam kedua orangtuanya. Sebab, ketika di rumah, bocah itu tidak pernah bermain pasir.

“Di rumah keluarga saya ada pasir banyak, tapi Arfan tidak pernah bermain. Beda saat di makam ibu bapaknya, dia begitu senang main pasir,” imbuh Azuan.

Saking asyiknya bermain pasir, Arfan juga disebut susah diajak pulang dan membuat keluarganya makin terharu.

“Melihatnya, hatiku tambah tak karuan, tapi selepas berkali-kali Arfan mau balik. Sampai di rumah, dia muram dan termenung,” ucapnya.

Azuan pun menambahkan, semenjak ditinggal orangtuanya, Arfan menjadi bocah penurut dan lebih tenang.

“Saya pernah berbisik kepadanya, ‘Arfan semoga jadi anak soleh, sukses dan menjadi kebanggaan ayah dan ibu,” pungkas Azuan.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com

(pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *