Inter Milan Dikudeta Juventus dari Puncak setelah Gagal Petik Poin Penuh

Penyerang Inter Milan Lautaro Martinez berebut bola dengan gelandang Fiorentina, Castrovilli. (Foto: AFP/Filippo MONTEFORTE)

MEDANHEADLINES.COM-Posisi Inter Milan selaku pemuncak Liga Italia, dikudeta Juventus setelah mengalahkan lawannya 3-1. Sedangkan Inter hanya  bermain imbang 1-1 di laga lanjutan Serie A Liga Italia pekan ke-16.

Gol tunggal La Beneamata dicetak oleh gelandang senior Borja Valero di menit ke-8 babak pertama. Sementara gol penyeimbang tuan rumah dicetak oleh pemain pengganti Dusan Vlahovic di menit 90+2.

Dengan hasil ini, Inter Milan gagal kembali ke puncak klasemen sementara Serie A setelah beberapa jam sebelumnya sempat direbut oleh Juventus usai menang 3-1 atas Udinese.

Kini, anak-anak asuh pelatih Antonio Conte itu meraih 39 poin dari 16 pertandingan. Poin mereka sama dengan Juventus, namun Inter kalah head to head.

Sementara bagi Fiorentina hasil ini membuat mereka menambah satu poin menjadi 17. La Viola kini berada di posisi 13 klasemen sementara Serie A. Hasil seri ini sedikit mengobati rangkaian buruk usai kalah tiga kali beruntun di ajang Serie A.

Jalannya pertandingan

Bermain di Stadion Artemio Franchi, Senin (16/12/2019) dini hari WIB, baik Fiorentina maupun Inter Milan sama-sama tidak bermain dengan kekuatan penuh.

Di kubu tuan rumah, penyerang andalan asal Prancis yakni Frank Ribery tidak bisa bermain karena baru saja dibebat cedera.

Sementara Inter Milan sudah beberapa pekan terakhir mereka didera badai cedera yang menimpa para pemain andalan mereka. Sebut saja Sensi, Barella, Gagliardini, Antonio Candreva hingga striker Alexis Sanchez.

Hal ini yang membuat pelatih Antonio Conte hampir selalu menurunkan pemain yang sama setiap pertandingan. Baik di ajang Liga Champions sebelum tersingkir oleh Barcelona, maupun di laga Serie A.

Mengawali babak pertama, Fiorentina langsung mencoba tampil menyerang. Bola lebih banyak dikuasai kubu tuan rumah. Sementara Inter lebih banyak menunggu dan mencoba melakukan serangan balik.

Memasuki menit ke-8, di tengah upaya mencetak gol, Fiorentina justru kebobolan oleh mantan pemain mereka, Borja Valero.

Gol berawal dari sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi oleh Christian Biraghi. Bola tak langsung diumpan ke jantung pertahanan lawan, namun lebih dulu dilepas ke arah Brozovic yang ada di sisi luar bagian kanan kotak penalti Fiorentina.

Dengan cerdik, gelandang asal Kroasia itu melepas umpan ke arah Borja Valero yang sudah menunggu di kotak penalti dan lepas dari jebakan offside.

Terlebih dahulu mengecoh satu pemain lawan, geladang plontos asal Spanyol itu melepaskan tendangan kaki kanan mengecoh kiper Fiorentina Bartlomiej Dragowski, 0-1 Inter mimpin.

Tertinggal satu gol, Fiorentina terus menekan Inter. Sejumlah peluang emas didapat di menit 15 ketika tendangan keras Milan Badelj berhasil ditepis kiper Samir Handanovic. Semenit kemudian, sang gelandang nomor punggung lima itu kembali memperoleh peluang, sayang tembakannya melebar ke atas mistar gawang.

Memasuki menit ke-40, Lautaro Martinez sempat membawa Inter unggul 2-0. Berawal dari akselerasi Romelu Lukaku di sisi kiri Fiorentina, bola dilepas ke arah Martinez yang sudah menunggu tanpa pengawalan, bola kemudian ditembak dengan mudah mengecoh kiper.

Sayang, gol tersebut dibatalkan usai wasit meninjau video asistant referee atau VAR. Romelu Lukaku dianggap terlebih dahulu terjebak offside saat menerima umpan dari Brozovic. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama selesai.

Selepas jeda, Fiorentina tak merubah pola permainan dengan lebih banyak menyerang. Namun sayang, hampir tak ada peluang emas yang tercipta.

Memasuki pertengahan babak kedua, Inter mencoba bangkit. Romelu Lukaku nyaris membawa timnya menjauh andai sepakan kerasnya dari jarak dekat tak ditepis Dragowski.

Berkali-kali mendapatkan peluang, keberuntungan Lukaku sepertinya tengah menjauh dari striker asal Belgia itu. Mendapat umpan ciamik dari Biraghi di sisi kiri, pemain nomor punggung 9 itu langsung menyambut dengan sebuah tandukan keras terarah. Namun saya, bola yang 99 persen gol masih bisa ditepis Dragowski.

Di saat pertandingan sepertinya bakal berakhir dengan kemenangan Inter Milan, pemain pengganti Dusan Vlahovic akhirnya memecah kebuntuan tuan rumah.

Berawal dari gagalnya Diego Godin memotong bola umpan datar, Vlahovic langsung berakselerasi membawa bola ke jantung pertahanan Inter. Meski ditempel Milan Skriniar, ia bisa melepas tendangan keras kaki kiri yang mengecoh kiper Handanovic, stadion langsung bergemuruh skor berubah imbang 1-1.

Tak banyak waktu bagi Inter untuk membalas karen gol Fiorentina benar-benar di penghujung babak kedua. Tak lama wasit langsung meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan dengan hasil 1-1 untuk kedua tim.

Susunan pemain

Fiorentina (3-5-2): Bartlomiej Dragowski, Nikola Milenkovic, German Pezzella, Martin Caceres, Pol Lirola, Erick Pulgar, Milan Badelj, Gaetano Castrovilli, Dalbert, Kevin Prince Boateng, Federico Chiesa

Inter Milan (3-5-2): Samir Handanovic, Alessandro Bastoni, Stefan De Vrij, Milan Skriniar, Cristiano Biraghi, Marcelo Brozovic, Borja Valero, Matias Vecino, Danilo D’Ambrosio, Lautaro Martinez, Romelu Lukaku.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com

(pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *