Dianggap Sukses, Persiraja Bertekad Pertahankan Pelatih Hendri Susilo

Sejumlah pemain Persiraja Banda Aceh berselebrasi usai memenangkan pertandingan melawan Sriwijaya FC pada babak perebutan peringkat 3 Liga 2 Indonesia di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 25 November 2019. Persiraja berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 0-1. Foto: Johannes P. Christo

MEDANHEADLINES.COM– Kesuksesan menjadi juara 3 sekaligus mengantarkan Persiraja Banda Aceh ke Liga 1 musim 2020 membuat manajemen puas dengan kinerja pelatih kepala, Hendri Susilo.

Ihwal itu, manajemen bertekad mempertahankan pelatih asal Padang dalam gelaran kompetisi musim depan.

Dibawah arahan Hendri, Persiraja berhasil kembali promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia setelah terakhir kali terjadi 12 tahun lalu.

“Kalau regulasi membenarkan lisensi yang dimiliki oleh Hendri sekarang, kita wajib pakai beliau. Tidak ada yg salah dengan beliau,” ujar Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin, disela-sela acara penyambutan Persiraja pasca lolos ke Liga 1 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh pada Kamis malam, 28 November 2019.

Nazaruddin mengatakan kepemimpinan Hendri Susilo sebagai pelatih kepala sangat baik. Dibantu dengan tiga asistennya, Akhyar Ilyas, Wahyu AW dan Sisgiardi, kuarted ini dianggap mampu mengeluarkan potensi para pemain.

Padahal menurut pria yang akrab disapa Dek Gam, Persiraja bukanlah tim yang diperhitungkan untuk lolos ke Liga 1. Namun dengan tangan dingin Hendri dan para asistennya serta semangat pantang menyerah dari para pemain, Persiraja berhasil membalikkan segala prediksi diawal kompetisi.

Namun manajemen juga masih menunggu persyaratan di Liga 1 musim depan, khususnya mengenai lisensi pelatih.
“Tapi kalau lisensi beliau tidak cukup syarat, kita ajak beliau untuk jadi Direktur Teknis atau menjadi Asisten Pelatih. Yang jelas, kita tetap mau menggunakan jasa beliau,” tegas Nazaruddin.

Sebelum musim depan, Persiraja terakhir kali mengecap ketatnya persaingan dikasta teratas sepakbola Indonesia pada tahun 2007. Dalam kompetisi bertajuk Divisi Utama Liga Djarum Indonesia yang masih menggunakan sistem dua wilayah, Persiraja harus rela terdegradasi setelah hanya berada diperingkat 17 klasemen wilayah barat.

Pasukan Laskar Rencong sebenarnya sempat pernah akan promosi pada tahun 2011. Saat itu, Persiraja berada diperingkat dua Divisi Utama setelah kalah dari Persiba Bantul di partai puncak. Namun, bonden Kutaraja urung tampil di kasta tertinggi musim berikutnya karena konflik internak ditubuh PSSI yang mengakibatkan dualisme kompetisi.

Artikel ini sudah terbit di tempo.co

(pace)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *