Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat, Ini Kata Gubsu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam beberapa tahun terakhir, Akselerasi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara terus mengalami perlambatan

Pada kuartal III tahun ini, ekonomi Sumut hanya mampu tumbuh di level 5,11%. Meski lebih tinggi dibanding nasional yang berada di level 5,02%, ekonomi Sumut tetap saja melambat dibanding kuartal-kuartal sebelumnya.

Tercatat, pada kuartal III tahun lalu, ekonomi Sumut sempat tumbuh 5,38%. Setelah itu, pertumbuhan terus melambat. Memasuki kuartal I 2019 hanya mampu tumbuh 5,31%, kemudian pada kuartal II 2019 hanya mampu berakselerasi ke level 5,25%.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan, kondisi ini diakibatkan perekonomian global yang belum pulih.

“Ini akibat dari, (kondisi ekonomi) baik itu internasional, regional maupun global (yang belum pulih),” katanya, Selasa (5/11).

Edy Menambahkan, Kondisi ini membuat pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi di Indonesia mengalami perlambatan.

“Sumut di urutan, kalau tidak salah keempat yang menurunnya ini,” ungkapnya

Ia juga menjelaskan, Ekonomi global yang belum terlalu pulih ini yang membuat dua komoditas unggulan Sumut, sawit dan karet mengalami penurunan harga.

Belum lagi dengan realisasi investasi di Sumut yang masih jauh dari target. Hingga kini, realisasi investasi di Sumut baru sebanyak Rp11 triliun, dari target Rp33 triliun.

“Tapi kita lihat, rencana investasi kita, yang rencananya Rp33 triliun, yang baru terjawab Rp11 triliun,” sebutnya.
Ke depan, kata dia, pihaknya akan mengenjot potensi lain untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sehingga tak terlalu bergantung pada dua komoditas tadi, yakni sawit dan karet.

Sektor pariwisata dan pertanian, termasuk meningkatkan kinerja BUMD menjadi fokus. “Kita akan mengelola pertanian kita, BUMD kita, ini akan kita pacu untuk menyelesaikan itu,” tambahnya.

Meski Tahun 2019 tinggal dua bulan lagi. Edy masih optimis, ekonomi Sumut tumbuh lebih baik.

“Nah, ini yang kita antisipasi ke depan, yang tahun 2019 ini tinggal dua bulan lagi. Kita antisipasi, bahwa ini nanti tidak mempengaruhi perkembangan perekonomian ke depan yang sudah kita siapkan,” tandasnya.

Sebelumnya, BPS juga merilis, pertumbuhan ekonomi Sumut yang melambat itu disebabkan perlambatan di dua sektor usaha utama pendorong ekonomi. Sektor itu yakni pertanian dan industri pengolahan. Pada kuartal III tahun ini, sektor pertanian hanya tumbuh 4,07% (yoy) lebih rendah dibanding tahun lalu yang tumbuh 4,98%. Sementara, sektor usaha industri pengolahan tumbuh melambat dari 4,68% pada kuartal III tahun lalu menjadi 1,2% tahun ini.

Dua lapangan usaha lainnya, pedagangan dan kontruksi berhasil menunjukkan kinerja percepatan. Perdagangan mampu tumbuh 8%, sementar sektor usaha konstruksi tumbuh 7,19%. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *