Jadi Ketua DPR RI Perempuan Pertama, Ini Fakta Dibalik Pelantikan Puan Maharani

Puan Maharani. (Suara.com/Fakhri)

MEDANHEADLINES.COM – Politisi PDIP Puan Maharani resmi dilantik menjadi ketua DPR RI pada Selasa (1/10/2019). Pelantikan ini digelar di Ruang Rapat Paripurna I, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen.

Puan Maharani mengucapkan sumpah janji jabatannya pada Selasa malam. Megawati pun hadir dalam pelantikan tersebut.
Berikut fakta-fakta seputar pelantikan Puan Maharani menjadi ketua DPR RI periode 2019-2024 yang dirangkum Suara.com (sindikasi Medanheadlines.com)

1. Megawati hadir di pelantikan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampak hadir. Megawati tiba pada pukul 18.55 WIB didampingi oleh mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 Utut Adianto.
Megawati tampak mengenakan pakaian berwana cokelat. Rapat sendiri baru dimulai pada pukul 19.20 WIB. Rapur dipimpin oleh pimpinan sementara DPR RI Abdul Wahab Dalimunthe dan Hillary Briggita Lasut.

2. Dilantik oleh Hillary Briggita Lasut

Pelantikan itu dipimpin oleh pimpinan sementara DPR RI Abdul Wahab Dalimunthe dan Hillary Briggita Lasut.
Sosok Hillary Briggita Lasut menjadi sorotan karena menjadi anggota DPR RI termuda dengan usia 23 tahun. Ia menjadi yang termuda di antara 575 anggota parlemen lainnya.

3. Puan jadi Ketua DPR RI perempuan pertama

Puan mengklaim kalau dirinya resmi menjadi ketua DPR, akan menjadi berita baik bagi kaum perempuan.
“Yang pasti nantinya ini akan pecah telur, baru ada perempuan pertama menjadi ketua DPR dalam kurun waktu 74 tahun,” kata Puan Maharani saat diwawancarai awak media.

4. Mundur dari menteri

Sehari sebelum dilantik, Puan Maharani mengaku sudah mengundurkan dari sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan kepada Presiden Jokowi. Surat tersebut dikirim sebelum Puan dilantik menjadi anggota DPR RI pada hari ini, atau pada 30 September.

“Ya memang sesuai dengan undang-undang bahwa pejabat negara tidak boleh rangkap jabatan. Sejak kemarin tanggal 30 kemarin saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan diri jadi menko PMK untuk bisa dilantik pada 1 Oktober,” ujar Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *