MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kericuhan yang terjadi di DPRD Sumut sudah mulai mereda, Sejumlah mahasiswa pun ditangkap saat kericuhan terjadi bahkan sebagian dari mereka babak belur dihajar petugas kepolisian.
Menyikapi kericuhan ini, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto pun angkat bicara. Agus mengatakan, pihaknya susah maksimal memberikan pelayanan kepada pengunjuk rasa. Namun dia menyayangkan terjadinya provokasi.
“Setelah siang baru ada yang memprovokasi. Seperti ininlah kondisinya. Artinya bahwa ada tindak pidana yang mereka kerjakan. Ada empat kendaraan kita rusak, security barier kita juga rusak,”’ungkap Agus kepada awak media.
Agus juga mengatakan, massa sebelumnya sudah mempersiapkan batu dan lainnya. Pihaknya bakal melanjutkan ke proses hukum yang berlaku.
“Ini akan kita proses. Kita akan minta pertanggungjawaban kepada siapa tokoh tokoh penggeraknya,” tukasnya.
Agus juga mengungkapkan, yang menjadi tuntutan sudah dipenuhi pemerintah. Kata Agus, beberapa undang-undang yang dibahas ditunda pelaksanaannya.
“Namun saya yakin ada pihak pihak yang berkepentingan. Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku. Karena perbuatan mereka bukan hanya mengganggu keamanan masyarakat yang lain. Tapi perbuatan mereka sudah merusak beberapa kendaraan kepolisian yang sesungguhnya kita memberikan pengamanan kepada mereka,” pungkasnya. (red)











