Indonesia Pastikan Satu Tiket Final DI BWF World Championship

MEDANHEADLINES.COM – Indonesia memastikan satu tiket final dalam gelaran BWF World Championship 2019. Hasil tersebut setelah dua ganda putra tanah air, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menang di perempatfinal dan akan saling berhadapan dibabak empat besar.

Pasangan Ahsan/Hendra lebih dulu memastikan tiket semifinal kejuaran yang digelar di St. Jacobshalle, Basel, Swiss. The Daddies berhasil mengalahkan ganda Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng dengan straight games, 21-17 dan 21-19.

Ahsan/Hendra sempat mendapat perlawanan ketat dari pasangan Taiwan hingga interval pertama. Terlihat dari skor 11-10 bagi keunggulan pemain ranking 2 dunia atas Liao/Su. Baru setelahnya, perolehan angka The Daddies melaju dan menutup set pertama dengan skor 21-17.

Digame kedua, permainan tidak banyak merubah. Kendati ketat, namun The Daddies masih bisa unggul 11-8 saat interval. Perlawanan lebih keras justru diterima keduanya menjelang akhir games kedua.

Sempat unggul lima poin dalam kedudukan 18-13, perolehan angka The Daddies justru berhasil ditipiskan Liao/Su hingga berjarak satu poin, 18-17. Namun segudang pengalaman panjang pasangan senior Indonesia membuat keduanya tetap bisa menguasai keadaan dan menutup set kedua dengan skor 21-19.

Laga terbilang mudah juga dijalani Fajar/Rian. Melawan jagoan Korea, Choi Solgyu/Seo Seung Jae, Fajar/Rian juga menang dua set langsung, 21-13 dan 21-17 dari pasangan yang mengalahkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dibabak 32 besar.

Selama set pertama, praktis pasangan Indonesia menguasai penuh pertandingan hingga menang 21-13. Laga mulai menarik digames kedua, saat keunggulan Fajar/Rian berhasil disamakan Choi/Seo saat angka 17-17. Sebelum akhirnya ganda peringkat 7 dunia berhasil menang 21-17 diakhir laga.

Sebelumnya dua pasangan ganda putra dipastikan saling berhadapan dibabak empat besar, Indonesia telah memastikan satu tiket terlebih dahulu disemifinal. Yaitu disektor ganda putri melalui pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Menghadapi jagoan Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yifan diperempatfinal, pasangan ranking lima dunia menang dua set langsung, 25-23 dan 23-21 dalam seru berdurasi 68 menit.

Greysia/Apriyani tidak tampil terlalu baik diawal set pertama. Perolehan angka keduanya selalu tertinggal dari Chen/Jia hingga jeda interval dalam kedudukan 8-11. Sempat semakin tertinggal 8-12 melalui smash keras Chen, Greysia/Apriyani kembali menipiskan keadaan hingga hanya berselisih satu angka.

Bahkan andalan Indonesia sempat lebih dulu mencapai game point pada kedudukan 20-19, sebelum kembali disamakan Chen/Jia untuk memaksakan deuce. Tiga kali kedua pasangan berbagi angka sama sebelum akhirnya Greysia/Apriyani menang 25-23.

Keadaan diset kedua juga tidak banyak perubahan. Greysia/Apriyani sebagai pasangan ranking 5 dunia dan Chen/Jia yang berada satu strip diatasnya, benar-benar menampilkan permainan kelas dunia. Hingga akhirnya, pasangan Indonesia kembali merebut set kedua dengan skor 23-21.

Hasil yang diperoleh Greysia/Apriyani mengulang prestasi diajang yang sama tahun lalu. Saat itu, keduanya juga berhasil melaju ke semifinal sebelum dikalahkan pasangan Jepang, Mayu Matsuyomo/Wakana Nagahara.

Menariknya, laga semifinal nanti merupakan ulangan semifinal Kejuaran Dunia 2019. Ihwal itu, laga nanti menjadi kesempatan Greysia/Apriyani untuk melakukan revans kepada pasangan yang saat ini berstatus ganda putri terbaik dunia saat ini sekaligus memperbaiki catatan prestasi tahun lalu.

Sayangnya hasil gemilang disektor ganda, gagal diikuti satu wakil Indonesia lain diperempatfinal, Jonathan Christie. Jojo, sapaan akrabnya, kalah dari andalan India, B. Sai Praneeth dengan skor 24-22 dan 21-14. Kekalahan Jojo mengulang apa yang dialami kompatriotnya, Anthony Sinisuka Ginting yang kalah dari lawan yang sama dibabak 16 besar.

Secara keseluruhan, hasil yang diraih wakil Indonesia di Kejuaran Dunia 2019 lebih baik dari pencapaian tahun lalu, yang hanya mengirimkan satu wakilnya dibabak semifinal dan tanpa medali emas diakhir turnamen. (Ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *