MEDANHEADLINES.COM, Medan – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan bahwa ledakan yang terjadi di jalan Kruing Sekip bukanlah dikarenakan masalah instalasi gas rumah tangga
Hal ini diungkapkan Sales Area head PGN Medan, Syaeful Hadi saat meninjau lokasi ledakan, Jumat (12/4).
“Kita pastikan jaringan kita disini aman,” ucap Syaeful.
Dikatakan Syaeful, Selain menggunakan gas bumi di lokasi ledakan, korban juga menggunakan gas tabung. Namun begitu, ia mengatakan pihaknya menunggu hasil dari Tim Labfor Cabang untuk memastikan ledakan terjadi pada Pukul 18.35 WIB.
“Selain menggunakan gas PGN pelanggan tersebut menggunakan gas elpiji 3 kg dan 12 kg. Saat ini kita sedang menunggu tim labfor hasil investigasi nya terhadap kebakaran itu,” tutur Syaeful.
Syaeful tidak menampik jika ruko yang hancur akibat ledakan itu menggunakan instalasi gas rumah tangga itu. Namun sesuai dengan fasilitas yang ada diketahui tidak terjadi kebocoran.
“Untuk saat ini, PGN di hentikan. Kita memang mau menghentikan pasokan gas ke pelanggan tersebut dan saat ini sudah kita tutup,” sebut Syaeful.
Diketahui, dalam peristiwa ini, mengakibatkan 2 orang tewas dan 10 orang harus dilarikan di rumah sakit terdakat. Dua korban meninggal dunia itu, adalah Jafier (10) dan Eren (2).
Selain itu, 10 orang dilarikan ke rumah sakit, diantara 6 orang harus dirawat intensif dan 4 orang korban menjalani rawat jalan. Kini, pihak kepolisian dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan tengah melakukan penyeledikan penyebab ledakan tersebut. (mtc/fae)











