Enduro North Sumatera Seri I Digelar Di Kebun Teh Sidamanik

 

MEDANHEADLINES.COM – Enduro North Sumatera Series (ENSS) akan segera digelar dengan menjajal jalur ekstrim yang terdapat di kawasan Kebun Teh Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Enduro adalah perpaduan antara olahraga sepeda downhill dan cross country. Sehingga membutuhkan stamina dan kesiapan sepeda yang andal.

“Jadi perlombaan ini memang belum masuk ke dalam Ikatan Sporr Sepeda Indonesia (ISSI) tapi dia sudah punya regulasi cara dan aturan main yang sudah sudah ada di Word series Enduro. Jadi kita tetap berdasarkan World series Enduro yang sudah baku,” kata Ketua Panitia Aman Hamonangan Siregar di Kota Medan, Kamis (31/1) malam.

Dijelaskannya, ENSS akan di bagi ke dalam empat seri. Jalur yang digunakan juga berbeda di tiap serinya. Panitia susah memilih tempat-tempat yang cukup ekstrim. Karena jalur Enduro biasanya terdiri dari 80 persen turunan dan 20 persen tanjakan.

“Untuk seri pertama akan digelar pada 30-31 Maret 2019. Kebun teh Sidamanik dipilih karena memilik jalur yang cukup bagus. Apalagi berada di ketinggian 1.200 MDPL. Jarak yang akan ditempuh sepanjang 27 kilometer dengan rute dominan tanjakan,” Ungkapnya

Sementara Untuk seri kedua, Tambah Aman, Akan digelar di Siosar, Kabupaten Karo pada Juni mendatang,

Sedangkan, Seri ketiga itu akan digelar di Tahura Bike Park, Kabupaten Karo. Seri ketiga akan digelar pada oktober.

” Pada seri keempat yang akan digelar di kawasan Danau Toba yang juga pada Oktober mendatang,” Jelasnya.
Aman menjelaskan, di seri pertama para pegowes akan dihadapkan dengan jalur licin. Sehingga peserta harus pintar memilih ban sepeda yang cocok.

“Jadi kalau yang sudah sering ikut pasti sudah paham dengan materi sepedanya,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi dia menjelaskan, pada setiap seri medan yang dilintasi juga berbeda-beda. Sehingga memiliki tantangan berbeda – beda pada tiap serinya.

“Jadi enggak hanya sekedar fisik saja. Tapi banyak hal-hal diluar fisik yang perlu dipersiapkan setiap peserta,” ujarnya.

Aman memprediksi, ENSS akan diikuti ratusan peserta yang dibagi dalam enam kelas berbeda. Antara lain junior class (16-21 tahun), men open class, men master class A (30-39 tahun), men master class (40-60 tahun), women open class dan hobby class.

Ajang kali ini juga menggunakan teknologi mutakhir. Panitia menggunakan Sportident untuk menghitung waktu tempuh para peserta yang mengikuti race. Namun mereka hanya meembatasi peserta race sebanyak 200 pegowes.

“Memang penggunaan alat ini bisa dibilang mahal jadi kita belum berani memaksimalkannya sampai dengan 500. Tidak seperti di Jawa yang sudah sampai segitu,” ungkapnya.

Sementara di kelas pehobi peminatnya sangat banyak di Sumut. Ini juga yang membuat para sponsor teetarik.

Panitia akan, melakukan penilaian untuk mencari pemenangnya. Tiga orang yang tercepat akan dibawa ke Bali untuk mengikuti Enduro World Series. Di sana mereka akan adu cepat dan adu stamina bersama pebalap enduro dunia.

“Jadi tiga orang ini akan kita fasilitasi Walaupun dia bukan mewakili nama Sumatera Utara secara secara atlet. tapi mewakili dari Enduro North Sumatera Series,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.