Dirut RSU FL Tobing : Peraturan BPJS Yang Baru Bisa Timbulkan Keresahan Masyarakat

Direktur RS Fl. Tobing bg, dr. Masrip Sarumpaet (ist)

MEDANHEADLINES.COM, Dengan dikeluarkannya peraturan baru pada No 4 Tahun 2018 oleh Direktur BPJS sangat mempengaruhi jumlah pasien yang ada di RS FL. Tobing Sibolga. Dalam hal ini, jumlah pasien menurun drastis dari sebelum dikeluarkannya peraturan baru tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur RSU FL. Tobing dr Masrip Sarumpaet dihadapan awak media yang berlangsung di Halaman Rumah Sakit, Sabtu (27/09/2018).

“Sejak hari Selasa (18/09/2018) tidak peserta BPJS yang dirujuk ke RSU FL. Tobing,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain jumlah pasien yang menurun, peraturan baru yang dikeluarkan oleh BPJS tersebut sudah menimbulkan “Pengangguran” dokter spesialis di RSU FL. Tobing Sibolga pada pagi hari. Dimana dalam hal ini, pasien dipaksa berobat pada sore hari menunggu jam praktek Dokter yang bertugas di RS Swasta sehingga menimbulkan antrian panjang.

“Masyarakat tidak lagi berobat ke RSU FL. Tobing kecuali gawat darurat,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga menolak tegas dengan adanya peraturan baru yang dikeluarkan oleh Direktur BPJS tersebut. Karena menurutnya, akibat peraturan tersebut, telah menimbulkan keresahan baik di masyarakat maupun tenaga medis di lingkungan RSU FL. Tobing.

“Sesuai permenkes No 1 Tahun 2012, maka RSU FL. Tobing (Kelas B) yang tergolong dalam fasilitas tingkat kedua harus bisa menerima rujukan tanpa harus menunggu kuota di RS Swasta penuh,”Jelasnya.

Lanjutnya, jika memang peraturan ini diterapkan, maka sama halnya membiarkan RSU FL Tobing yang bersejarah dan dibanggakan tidak berkembang.

“Dalam hal ini, pemko akan segera menyurati Kementrian kesehatan dan Direktur Utama BPJS di Jakarta agar meninjau ulang mekanisme pelayanan rujukan berobat. Sebab saat ini telah membebani masyarakat dan rumah sakit pemerintah,” jelasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *