Sumut  

Illegal Fishing, Aliansi Nelayan Nilai Kinerja Polri Belum Maksimal

Unjuk Rasa Nelayan di Polda Sumut
Foto : Unjuk Rasa Nelayan di Polda Sumut
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sudah waktunya berbagai elemen bangsa untuk melihat ke laut, tidak lagi hanya darat. Nelayan telah berupaya secara swadaya menjaga laut, tinggal bagaimana stake holder yang ada untuk bertindak. Laut adalah masa depan bangsa.
Hal itu dikemukakan Ketua Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) Sutrisno di sela-sela aksi di halaman utama Mapolda Sumut, Senin (27/8). Dia menegaskan, Poros Maritim yang didengungkan Presiden Joko Widodo tidak akan berhasil tanpa ada pemberdayaan terhadap nelayan.
“Dari pengamatan kami, kinerja Polri dan institusi lain dalam memberantas pukat trawl belum maksimal,” ujarnya.
Dia mengatakan, belum maksimalnya kinerja tersebut akibat masih ada beberapa persoalan, terutama minimnya jumlah armada patroli dan lemahnya koordinasi antar stake holder. Karena itu, mereka setidaknya harus membangun komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang lebih baik untuk memberantas illegal fishing di Sumatera Utara, khususnya di Selat Malaka.
Ratusan nelayan tradisional yang bergabung dalam Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) memerotes masih marak beroperasinya pukat trawl. Mereka tiba di Mapolda Sumut dengan menumpangi beberapa bus dan angkutan umum dari Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai.
Mereka meminta Polri untuk mendukung nelayan tradisional dalam menegakkan Permen KP Nomor 71/2016, terkait dengan larangan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan.
Mereka ingin menemui Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto untuk memerotes masih maraknya praktik illegal fishing dan meminta ketegasan Polri melakukan penindakan. Kapolda Sumut diminta lebih tegas memberantas illegal fishing karena masih banyak mafia-mafia yang bermain di lapangan.(cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.