MEDANHEADLINES.COM – Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, mengatakan 11 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker E buatan rusia akan ditandatangani dan didatangkan pada bulan November Mendatang.
Ryamizard juga mengungkapkan,Meski Indonesia Mendapat pengurangan harga namun ke 11 pesawat ini didatangkan dalam konfigurasi bersenjata yang lengkap
“Senjatanya lebih dari lengkap, dan dapat pengurangan diskon, jadi ada tambahannya,” kata dia, di Jakarta
“Sudah tinggal tanda tangan pada November siap. Semuanya itu Rp16 triliun,”tambahnya .
Namun Menhan tidak merinci jenis, tipe, dan varian persenjataan yang dia maksud. Pun demikian dengan sistem avionika dan radar pada 11 unit Sukhoi Su-35 Flanker E itu.
Sebelumnya, BUMN Rusia, Rostec, sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, terkait barter 11 unit Sukhoi Su-35 Flanker E itu dengan sejumlah komoditas nasional.
Pembelian Sukhoi Su-35 Flanker E melalui mekanisme imbal beli itu sesuai UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan. 35 persen nilai transaksi pada pengadaan Sumhoi Su-35 Flanker E ini dalam bentuk offset dan 50 persen dalam bentuk imbal beli. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar 570 juta dolar AS dari 1,14 miliar dolar AS total nilai pengadaan.
Sedangkan terkait kapal selam asal Korea Selatan, dia bilang, memang masih ada masalah dalam alih teknologinya.
“Kapal selam Korea Selatan sudah kita proses kemarin tapi lambat karena kapalnya besar tapi baterainya kecil, itu (kapal selam) yang pertama. Tapi saya sudah langsung ke pabrik, di sana sedangkan untuk kapal selam kedua dan ketiga dilakukan di PT PAL,” katanya (ant)












