MEDANHEADLINES.COM, Medan – Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FISIP USU menggelar aksi unjuk rasa peringatan Sumpah Pemuda di Pintu I USU, Jumat (27/10/2017).
Unjuk rasa kali ini, massa mengangkat isu soal pendidikan yang berkeadilan. Massa menyebut, Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla gagal mewujudkan pendidikan murah untuk kaum miskin.
“Presiden dengan kabinetnya sudah gagal mewujudkan pendidikan murah. Masih banyak orang miskin yang tidak melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya,” Kata Ahmad Fahrezi Harsya, Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI FISIP USU di dalam orasinya.
Belum lagi sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diterapkan dalam pendidikan tinggi. Menurut mereka, itu juga sebagai bentuk penindasan dalam dunia pendidikan.
“Pemerintah seoalah melarang anak kaum miskin untuk berkuliah di perguruan tinggi. Jokowi harus melakukan evaluasi sistem pendidikan,” Kata Ezi.
Selain isu pendidikan, massa juga mengangkat kasus represifitas yang ada di dalam kampus. Baru-baru ini, mahasiswa FIB USU dianiaya oleh sekelompok orang yang diduga sekuriti kampus.
“Kami mengutuk keras kasus kekerasan aparat yang ada di kampus” ungkap mahasiswa berambut panjang itu.
Unjuk rasa berlangsung tertib. Massa juga melakukan aksi bakar ban bekas. Pantauan di lokasi, arus lalu lintas tidak terjadi kemacetan. (pra)












