Hut lalu Lintas Bhayangkara ke 62, Kapolda : Polantas harus Humanis

MEDANHEADLINES, Medan – Kapolda Sumatera Utara  Irjen Pol  Paulus Waterpaw meminta kepada seluruh jajaran Polisi lalu-lintas untuk bertindak lebih Humanis dalam menjalankan tugasnya di tengah-tengah Masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kapolda saat menyampaikan kata sambutannya dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-62  di Aula Tribrata Mapoldasu Jalan Sisingamangaraja  Km 10,5 Medan, Jumat (22/9.2017).

“Tunjukkan masyarakat itu adalah raja yang harus mendapatkan pelayanan terbaik, terutama untuk mendapatkan pelayanan dalam hal kelancaran berlalu-lintas di jalan raya,” kata Kapoldasu.

Jika hal itu dapat diwujudkan, lulusan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1987  yang beristrikan perempuan asal Sumatera Utara, Roma Br Pasaribu ini optimis masyarakat akan selalu senang  setiap kali melihat polisi lalu-lintas di jalan raya

“Jadi tunjukkan selalu sikap yang baik dan siap  melayani  masyarakat  dalam menciptakan kelancaran arus lalu-lintas di Sumut, termasuk Kota Medan,” pesannya.

Sementara itu Wali Kota Dzulmi Eldin yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan, sangat mengapresiasi arahan dan harapan singkat yang disampaikan Kapoldasu tersebut.

“Dengan pelayanan terbaik yang diberikan, masyarakat pengguna jalan raya tentunya akan merasa lebih aman dan nyaman dalam berkenderaan. Di samping itu kita juga akan selalu mendukung semua kebijakan yang dilakukan dalam upaya mendukung ketertiban sekaligus keselamatan berlalu-lintas di jalan raya,” kata Wali Kota.

Dikatakannya, Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemko Medan adalah  fokus memperbaiki jalan-jalan  kota yang rusak, termasuk pembuatan marka jalan dan pemasangan rambu lalu-lintas melalui Dinas Perhubungan Kota Medan. Namun hal itu menurut Wali Kota baru dapat terwujud jika mendapat dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita sangat mengharapkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban dalam berlalu lintas, termasuk mematuhi seluruh peraturan yang ada. Tertib berlalu lintas harus menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat. Di samping itu masing-masing  individu  menjadi pelopor keselamatan berlalulintas, terutama bagi dirinya sendiri. Jika ini bisa dilakukan, insya Allah akan tercipta ketertiban berlalulintas,” ungkapnya. (rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *