MEDANHEADLINES, Medan – Hingga hari ke 13 pelaksanaan Operasi Ramadniya Toba 2017, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mencatat tujuh kasus kecelakaan lalu lintas telah terjadi di Wilayah Sumatera Utara
Akibat kecelakaaan ini tiga orang dinyatakan meninggal dunia, Sedangkan lima orang lainnya mengalami luka berat dan tujuh orang lainnya mengalami luka ringan..
“Kerugian material akibat kecelakaan yang terjadi sebesar Rp 9,1 juta,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.
Ia menjelaskan, Kecelakaan terbanyak terjadi di wilayah hukum Polres Labuhan Batu dengan dua kasus dan menyebabkan dua orang meninggal dunia, satu luka berat dan dua luka ringan.
“Lima kasus lagi terjadi di wilayah hukum Polrestabes Medan, Polres Deliserdang, Polres Pematang Siantar, Polres Dairi dan Polres Batubara yang masing-masing terdapat satu kasus hingga hari ke-13 Operasi Ramadniya Tobaa 2017 berlangsung,” ungkapnya.
Untuk meminimalisir kasus kecelakaan selama arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini, Polres sejajaran Polda Sumut telah melakukan beberapa antisipasi seperi melakukan pemasangan spanduk dan banner tentang sejumlah imbauan untuk berhati-hati berlalu lintas kepada pemudik.
Sementara itu,terkait pelanggaran lalu lintas yang terjadi, Nainggolan mengatakan pihaknya menyatakan mendapatkan 658 perkara,meski masih tinggi namun Angka itu turun enam persen bila dibandingkan data tahun lalu.
“Dari total yang melanggar itu, 413 perkara mendapat teguran dan 245 pengendara dikenakan sanksi tilang,” jelasnya
Ia menambahkan, Kebanyakan mereka yang melanggar lalu lintas, yaitu pengendara sepeda motor sebanyak 178 unit, disusul kemudian mobil penumpang dengan jumlah 50 unit, mobil barang 14 unit dan bus sebanyak tiga unit
“ Jumlah pelanggaran tahun ini menurunan sebesar 63 persen dibandingkan tahun lalu,” Ungkapnya.(lbs)












