MEDANHEADLINES – Jelang kedatangan Presiden Jokowi, Sebanyak 3000 personil gabungan TNI Polri disiagakan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal.
Hal ini di paparkan saat menggelar rapat Koordinasi Akhir Kesiapan Pengamanan Presiden RI yang dilakukan oleh Polda Sumut dan Kodam I Bukit Barisan
“Dalam Rakor yang berlangsung di Makorem 023/Kawal Samudera diawali dengan paparan rencana Pengamanan oleh Danrem 023/KS, ttg titik2 rawan dan penempatan personil pada kegiatan Bapak Presiden RI. 300 personel yang diturunkan terdiri dari TNI 1.400 Pasukan dan Polri 1.600 Pasukan,” terang Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Kamis (23/03/2017).
Dalam rakor tersebut, juga diungkapkan agar pengamanan untuk orang nomor satu itu harus dilakukan secara ekstra. Karena banyak titik rawan di jalur lokasi kegiatan.
“Penebalan pasukan Brimob dan Sabhara untuk pengamanan jalur. Lalu Penempatan Parkir di lokasi giat, karena terbatas,” kata Rina.
Rina juga menambahkan,setelah dilakukan Rakor ,Polri dan TNI kemudian melakukan pengecekan akhir ploting pasukan dan pengamanan di objek-objek yang akan dilalui oleh Presiden .
“Situasi Kamtibmas sampai saat ini menjelang kedatangan Bapak Presiden beserta Rombongan dalam keadaan aman dan terkendali. Tidak ada ancaman Kamtibmas yang dapat mengganggu kegiatan Kunker RI-1 di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara,” Paparnya.
Dalam rapat tersebut, selain Kapolda Sumut selaku Wakil Pangkoops PAM VVIP dan Danrem 023/Kawal Samudera hadir pula Karo Ops dan PJU Polda Sumut, PJU Kodam I/BB, Dandim Tapteng, Kapolres Sibolga dan Kapolres Tapteng.(pra)












