MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sekertaris Pusat BEM Nusantara Julianda arisha angkat bicara terkait adanya kerumunan yang terjadi saat Kegiatan Vaksinasi massal yang digelar di Gedung serbaguna jalan wililem Iskandar pada selasa, (3/8) Lalu
Menurutnya, Kegiatan yang menciptakan kerumunan ini patut di berhentikan karena dapat memicu cluster baru dalam wabah virus covid 19 ini.
” Kalo dari Beberapa video dan foto yang beredar membuktikan bahwasanya kegiatan vaksinasi yang digelar polda sumut itu melanggar prokes karena terciptanya kerumuinan, dan anehnya lagi Petugas tidak mampu menertibkan keadaan. Takutnya kegiatan dengan niat yang tulus ini bukan malah mengurangi tapi malah sebalik nya malah menciptakan cluster baru,” Ungkapnya
Pria yang akrab dipanggil Nanda ini menjelaskan, Ia mendukung penetapan PPKM dan kegiatan vaksinasi ini demi membebaskan Indonesia dari wabah, Namun ia menyampaikan kekecewaannya atas semrautnya pelaksana kegiatan vaksinasi ini
” Artinya Polda Sumut tidak mampu mengatur alur jalannya peserta vaksinasi dengan tertib,” Tegasnya.
Nanda juga meminta kepada Kapolri agar melakukan evaluasi kepada polda sumut agar kegiatan yang seperti ini tak terulang kembali
” Apabila ini benar kelalaian yang dilakukan oleh Polda Sumut maka kami meminta bapak kapolri memberi Sanksi Kepada kapolda Sumut,” Pungkasnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko menjelaskan kerumunan dan protes warga ini bermula adanya formulir yang dijual oleh warga diluar sehingga warga yang datang mengira bahwa dengan membeli formulir itu bisa langsung mendapatkan vaksin
” Kami tak menjual formulir, namun ada warga yang memfotocopy formulir itu diluar dan menjualnya Rp 5000, sehingga warga yang sudah membeli merasa berhak mendapatkan vaksin itu padahal kuota vaksin untuk hari ini sudah habis,”Jelasnya, Selasa (4/8)
Riko juga mengatakan protes itu mereda setelah pihaknya menjelaskan bahwa yang akan divaksin adalah warga yang sudah terdata saja, Namun warga yang sudah datang tak perlu khawatir karena data mereka akan dimasukan dan kemudian akan dihubungi kembali melalui aplikasi Pedulilindungi.
” Mereka akan didata, dan dihubungi jika ada vaksinasi massal lagi mereka akan dihubungi kembali,” Jelasnya
” Jadi info-info yang menyebutkan kerusuhan itu tak benar, karena setelah dijelaskan warga bisa mengerti dan semuanya berjalan kondusif,” Tutupnya. (red)












