Sumut  

Titik Panas Di Sumatera Menurun, BMKG : Potensi Kabut Asap Di Sumut Berkurang

MEDANHEADLINES.COM – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I – Medan memprediksi potensi masuknya kabut asap ke wilayah Sumatera Utara semakin mengecil mengingat adanya penurunan hotspot (titik panas) di Pulau Sumatera.

“Kita analisis, penurunannya kemungkinan karena ada potensi hujan,” ujar Kepala Sub Bidang Manajemen Data BBMKG Wilayah I-Medan Feriomex Hutagalung

Sebelumnya, pada Rabu (20/3) BBMKG mencatat ada 187 titik panas di Sumatera. Indikasinya terjadi kebakaran hutan di beberapa provinsi.

“Potensi tergantung arah angin. Saat ini arah angin untuk Sumatera Utara dominan dari Timur laut. Potensi masuknya di seputaran Kabupaten Mandailingnatal dan kawasan Padang Lawas dan Labuhan batu,” terangnya.

Namun kondisi arah angin masih berpotensi berubah. Hingga saat ini mereka masih melakukan analisis data dari citra satelit.

“Kalau Februari dan maret ini kondisi timuran. Mungkin ada perubahan arah angin dari tenggara kemungkinan (asap) bisa masuk ke Sumut. Itu pun kalau titik apinya bertambah,” pungkasnya.

Sebelumnya, 2.038 hektare lahan di Provinsi Riau terbakar. Angka itu terhitung sejak Januari hingga saat ini.

Dampaknya, kabut asap mulai menyelimuti beberapa daerah, terutama di Rengat; Kabupaten Indragiri Hulu; Pangkalan Kerinci; Pelalawan; dan Pekanbaru. Lokasi kebakaran paling luas ada di bengkalis. Lahan yang terbakar mencapai, 1045,43 hektare.

Hingga kini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus terjadi di Riau. Tim Satgas Karhutla baik yang di darat maupun udara masih melakukan upaya pemadaman.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.