MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diminta segera mengambil alih Terminal Amplas karena saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPD-RI asal Sumatra Utara, Parlindungan Purba saat melakukan inspeksi ke Terminal Terpadu Amplas, Selasa (26/12/2017)
Dikatakannya, kondisi Terminal saat ini Selain lengang akibat sangat sedikitnya bus yang menggunakannya untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, kebersihannya juga sangat buruk.
“ Kondisinya kusam akibat tidak terawat, banyak ruangan yang semestinya digunakan perusahaan bus dalam mengelola usahanya dalam kondisi kosong, genangan air terlihat di hampir seluruh ruas jalan terminal,” ungkapnya.
Pria yang biasa dipanggil Parlin ini mengungkapkan, sangat sedih melihat situasi seperti ini, Padahal seharusnya potensi pendapatan yang bisa diciptakan di terminal Amplas sangat besar jika dikelola dengan baik dan maksimal.
“Tempat berjualan aneka dagangan atau bahkan apartemen bisa didirikan di sekitar terminal ini jika dikelola dengan baik. Segera saya akan menyurati Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat agar terminal Amplas ini secepatnya mereka ambil alih pengelolaannya,” Tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat yang mendampingi Parlindungan Purba melakukan inspeksi mengatakan, terhitung sejak Januari lalu pihaknya tidak berhak lagi mengelola Terminal Amplas. Sebab sudah dialihkan ke pemerintah pusat. Akan tetapi proses pengambilalihan masih belum rampung.
“Prosesnya belum selesai, makanya belum diurus oleh pemerintah pusat. Bahkan kutipan retribusi tidak lagi kami lakukan sejak Januari lalu,” kata Renward.(red)












