MEDANHEADLINES.COM – Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental terus digaungkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) melalui kegiatan Sesama Project. Kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih mencintai diri sendiri atau self-love, sekaligus menyambut Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.

Berdasarkan data WHO dan RISKESDAS, kasus depresi dan kecemasan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Depresi bahkan menjadi salah satu penyebab penyakit utama di dunia, sedangkan bunuh diri kini menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian pada kelompok usia 15–29 tahun. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU stambuk 2022 berinisiatif melaksanakan kampanye sosial yang mendorong generasi muda untuk lebih peduli pada kesehatan mental mereka.
Kegiatan Sesama Project berlangsung di dua lokasi, yakni di area Car Free Day (CFD) Medan pada 21 September dan di lingkungan FISIP USU pada 28 September. Dengan menggandeng dua mitra, DiscoverMe dan CIMSA FK USU, kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti konsultasi psikologi gratis, confession box tempat peserta dapat menuliskan hal-hal yang masih menghambat mereka untuk mencintai diri sendiri, serta berbagai permainan reflektif yang bertujuan memperkuat rasa percaya diri dan penerimaan diri.
Lewat pendekatan kreatif dan menyenangkan, Sesama Project mengubah isu kesehatan mental menjadi sesuatu yang dekat dan mudah dipahami. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya self-love bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai praktik nyata yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan ruang aman bagi peserta untuk berbagi cerita dan emosi, kegiatan ini juga menumbuhkan solidaritas sosial di kalangan anak muda. Banyak peserta yang mengaku lebih ringan dan termotivasi setelah mengikuti kegiatan ini.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, Sesama Project menjadi bukti bahwa mahasiswa FISIP USU tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat. Harapannya, gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk mencintai diri mereka sendiri dan saling mendukung satu sama lain dalam menjaga kesehatan mental.












